Korban Tewas Akibar Banjir Bandang-Longsor di Pariaman Jadi 4 Orang

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 11:24 WIB
Banjir bandang landa kawasan Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Hujan berintensitas tinggi diketahui jadi penyebab banjir bandang terjadi di daerah itu.
Banjir di Padang Pariaman. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Jakarta -

Sebagian besar wilayah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mengalami bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta angin kencang, akibat curah hujan yang tinggi kemarin. Empat warga tewas akibat bencana ini.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan berbagai bencana hidrometeorologi itu terjadi pada Rabu (29/9) pukul 16.00 WIB. Akibatnya, empat orang meninggal dunia akibat tanah longsor dan lima orang mengalami luka-luka serta sekitar 72 orang mengungsi.

Selain itu, 338 unit rumah, 80 hektare lahan pertanian, 1 unit fasilitas ibadah, dan 1 unit fasilitas pendidikan juga terendam banjir. Tinggi muka air berkisar antara 75-200 cm saat terjadi banjir.

Sedangkan dampak kerusakan material, angin kencang menyebabkan 12 unit rumah rusak berat, 10 unit kios atau warung rusak, serta 30 kendaraan motor rusak. Selain itu, juga terdapat pohon tumbang yang menimpa badan jalan provinsi akibat angin kencang sehingga mengganggu akses lalu lintas dari Bandara Minangkabau ke Padang Pariaman dan mengalami kemacetan.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman telah melakukan pendataan di lokasi kejadian dan pembersihan material akibat pohon tumbang serta evakuasi warga bersama TNI, Polri, dan warga setempat.

Operator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Padang Pariaman Andri Liska Putra mengatakan saat ini warga terdampak mengungsi ke tempat yang lebih aman di rumah kerabat atau keluarga terdekat.

"Sampai saat ini masih melakukan giat evakuasi warga ke tempat yang lebih aman di rumah keluarga terdekat," ujar Andri seperti dalam siaran pers BNPB, Kamis (30/9).

BPBD Kabupaten Padang Pariaman juga masih mengalami kendala dalam penanganan bencana karena terbatasnya peralatan dan kondisi wilayah yang terdapat banyak titik bencana.

"Kami masih menggunakan alat tradisional, seperti gerobak, cangkul, dan ada gergaji mesin. Tapi kami telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk dukungan penanganan bencana," tambahnya.

Simak selengkapnya pada halaman selanjutnya.

Saksikan video 'Pohon Tumbang dan Banjir Bandang di Padang Pariaman, 1 Orang Tewas':

[Gambas:Video 20detik]