Mahfud Anggap KPK Era Firli Produktif, Tangkap 2 Menteri Jadi Buktinya

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 00:17 WIB
Mahfud Md
Foto: Menko Polhukam Mahfud Md (dok. Kemenko Polhukam)

Mahfud Bicara Pimpinan KPK dan Kompromi Politik

Lebih lanjut, Mahfud menyinggung kompromi politik saat pemilihan pimpinan KPK. Kompromi politik itu, kata Mahfud, sudah terjadi sejak pertama kali KPK didirikan.

"Pertama kali KPK itu kan berdiri tahun 2003, siapa yang kita calonkan pada waktu itu, yang dicalonkan oleh rakyat pada waktu itu Marsillam Simanjuntak yang muncul di koran, tapi kan DPR tidak memilih dia. Milih Taufiequrachman ya kan. Kemudian yang kedua munculnya nama Antasari Azhar itu yang dicalonkan oleh publik pada waktu itu Marwan Effendy, tapi yang terpilih Antasari Azhar oleh DPR, selalu terjadi seperti itu, kompromi-kompromi politik," kata dia.

Mahfud mengatakan kompromi politik itu terjadi adalah efek dari demokrasi. Mahfud mengatakan terkadang hal yang baik menurut rakyat belum tentu baik bagi DPR.

"Nah itulah akibat demokrasi, kadang kala yang baik menurut kita ternyata DPR menanggap bukan itu yang baik, yang jelek menurut kita, oh ini yang baik kata DPR. Pers beda lagi. Saya katakan kalau ingin memperbaiki kita kembali aja ingin tertib kayak dulu kembali ke zaman Pak Harto aja, kekuasaan ada di satu tangan ndak ada yang berani melawan Pak Harto kan dulu," sebut Mahfud.

"Pak Harto berbatuk, Pak Didik saya semua ikut berbatuk dulu, kalau sekarang endak, Presiden batuk kita tidur, kita nyingkir. Kalau zaman Pak Harto jangan gitu, Pak Harto kepedasan makan lombok, yang lain cari lombok agar kepedasan semua agar kelihatan dukung Pak Harto, kan begitu dulu. Sekarang ndak bisa begitu, ini demokrasi pilihan kita, akhirnya apa, siapa yang paling kuat membangun opini, bahkan dalam praktiknya siapa yang paling kuat menyediakan uang dia yang menentukan kan itu yang sekarang, sebagai efek," sambungnya.


(lir/haf)