Situasi Pakistan Memanas, Militer Disiagakan

Situasi Pakistan Memanas, Militer Disiagakan

- detikNews
Rabu, 12 Apr 2006 13:42 WIB
Karachi - Situasi di Pakistan memanas. Militer Pakistan diperintahkan untuk siaga penuh. Perintah ini dikeluarkan menyusul serangan bom yang menewaskan 57 orang di Kota Karachi pada Selasa (11/4/2006) malam waktu setempat.Salah satu tokoh muslim Sunni termasuk di antara mereka yang tewas. Pengeboman ini diyakini dilakukan oleh satu atau kemungkinan dua orang pengebom bunuh diri. Ledakan bom ini dianggap sebagai yang terburuk dalam waktu hampir dua dekade ini.Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa berdarah itu. Namun ada dugaan bahwa insiden maut ini akan berbuntut pada meningkatnya aksi kekerasan antara komunitas mayoritas Pakistan, Sunni dan komunitas minoritas Syiah."Militer telah disiagakan dan bisa dikerahkan dalam waktu secepatnya," ujar seorang pejabat pemerintah senior Pakistan kepada kantor berita AFP, Rabu (12/4/2006).Militer Pakistan telah disiagakan untuk mengamankan acara pemakaman Abbas Qadri, pemimpin Sunni yang tewas dalam ledakan bom itu. Diperkirakan sekitar 20 ribu orang akan meramaikan prosesi pemakaman Abbas Qadri yang menjadi ketua partai keagamaan Sunni Tehreek. Wakilnya Akram Qadri beserta juru bicara partai Iftikhar Bhatti juga tewas dalam pengeboman itu."Kami telah mengambil semua langkah keamanan yang mungkin untuk pemakaman itu dan tidak seorang pun akan dibiarkan main hakim sendiri," kata petinggi Pakistan yang enggan disebutkan namanya."Ini tragedi yang besar dan kami minta warga untuk tetap tenang dan damai," tandas pejabat itu.Presiden Pakistan Pervez Musharraf dan Perdana Menteri Shaukat Aziz mengutuk pengeboman itu sebagai perbuatan keji. Musharraf telah memerintahkan peningkatan pengamanan di masjid-masjid. (ita/)


Berita Terkait