Polri Koordinasi ke BKN-KemenPAN soal Niat Rekrut 56 Pegawai KPK Gagal TWK

Rakha Arlyanto - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 15:53 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan
Kabag Penum Divisi Humas Polri (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan siap merekrut 56 pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK). Polri menyatakan bakal berkoordinasi dengan BKN dan KemenPAN-RB terkait rencana tersebut.

"Koordinasi dengan kementerian, BKN, atau mungkin KemenPAN. Tentu kita akan mendiskusikan tidak tergesa-gesa. Dalam arti kita harus teliti supaya kita melakukan perekrutan ini dengan benar dan baik," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Rabu (29/9/2021).

Dia mengatakan perekrutan terhadap para pegawai KPK yang tak lolos TWK harus memperhatikan jabatan terakhir di KPK. Menurutnya, hal ini memerlukan ketelitian dari pihak Polri.

"Kan tidak mungkin seseorang di KPK udah tinggi jadi pegawai biasa. Nah, itu tidak segampang itu. Beda sama seleksi. Kita harus teliti, kita harus melihat posisi. 56 ini dengan jenjang yang berbeda-beda dengan umur yang berbeda-beda. Jadi tidak secepat itu," ucap Ramadhan.

Ramadhan belum menjelaskan bagaimana mekanisme perekrutan ke-56 pegawai KPK gagal TWK itu menjadi ASN Polri. Meski demikian, dia mengatakan Polri memang kekurangan tenaga untuk menuntaskan banyak pekerjaan.

"Kalau kita bicara kurang, ya kita kurang karena kerjaan kita banyak," ujar Ramadhan.

Dia juga menegaskan pihaknya tidak akan memaksa ke-56 pegawai KPK yang gagal TWK itu untuk bergabung ke Polri. Menurutnya, keputusan nantinya berada di tangan para pegawai KPK tersebut.

"Yang jelas, kita tidak boleh memaksa, itu kan hak orang," tuturnya.

Sebelumnya, Jenderal Sigit menyatakan siap merekrut 56 pegawai KPK yang tak lolos TWK. Sigit mengaku sudah mengantongi izin dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sigit awalnya mengirimkan surat kepada Jokowi pada Jumat lalu. Isinya meminta persetujuan Jokowi terkait perekrutan 56 pegawai KPK gagal TWK.

"Kami berkirim surat kepada Bapak Presiden untuk memohon terhadap 56 orang yang melaksanakan tes TWK, yang tidak lulus dites, tidak dilantik jadi ASN KPK, untuk bisa kami tarik, kemudian kami rekrut menjadi ASN Polri," kata Sigit kepada wartawan saat kunjungan kerja di Papua, Selasa (28/9).

Simak video 'Dasar Aturan Jokowi Setujui 56 Pegawai KPK Jadi ASN Polri':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)