PAN: Interpelasi Anies Gaduh, Tak Boleh Halalkan Segala Cara

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 14:46 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi PAN, Zita Anjani
Foto: Dok. Pribadi
Jakarta -

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta F-PAN Zita Anjani tak terima julukan parlemen jalanan yang ditujukan kepada 7 fraksi penolak paripurna interpelasi Formula E. Zita meminta semua pihak tidak menyulut kegaduhan.

"Masa 7 fraksi dikatain 'parlemen jalanan', dituduh dikasih uang sama gubernur, itu jahat sekalilah. Saya sebagai salah satu unsur pimpinan perempuan, mengajak, ayolah jangan gaduh!" kata Zita Anjani dalam keterangan tertulis, Rabu (29/9/2021).

Penasihat Fraksi PAN itu juga menyebut jangan sampai satu pihak merasa paling senior sehingga menghalalkan segala cara agar interpelasi bergulir. Menurutnya, ada etika berpolitik yang harus dipatuhi anggota dewan.

"Interpelasi ini gaduh. Ayolah saling belajar menghargai, DPRD ini kan institusi terhormat yang sifatnya kolektif kolegial. Tidak boleh ada satu pihak yang merasa lebih senior sampai menghalalkan segala cara," tegasnya.

Zita juga meminta F-PDIP dan F-PSI menghargai keputusan 7 fraksi yang menentang interpelasi. Dia mewanti-wanti jangan sampai anggota dewan mempertontonkan perseteruan di tengah masyarakat.

"Warga DKI juga ngerti hitung-hitungan politik kok. Kan jelas 7 fraksi ini jumlahnya lebih banyak. Kalau ada pihak-pihak yang tetap ngotot, ini justru tidak menghargai proses demokrasi yang ada di DPRD," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, tudingan 'parlemen jalanan' diucapkan oleh Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi. Politikus PDIP itu menyebut Taufik menjadi pelopor parlemen jalanan ke fraksi lainnya yang menolak hadir di paripurna interpelasi Formula E.

"Tapi saya juga bingung nih kenapa mereka memberi pelajaran, sahabat saya, M Taufik, itu memberikan masukan kepada junior-juniornya memakai parlemen jalanan," kata Prasetio seusai paripurna interpelasi di DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (28/9/2021).

Prasetio menyebut Taufik bersama tujuh fraksi menggelar pertemuan di luar kantor DPRD demi menolak paripurna interpelasi Formula E. Hal inilah yang disebutnya sebagai 'parlemen jalanan'. Prasetio kemudian membandingkan dengan pelaksanaan rapat paripurna hari ini yang akhirnya ditunda karena tak mencapai kuorum.

"Kita menunda, kita memberi contoh kepada teman teman 7 fraksi yang lain kita coba saling menghargai. Ada yang terima dan tandatangan (maupun) tidak terima (ditunda). Tapi tempat, medianya, adalah DPRD bukan tempat medianya di restoran," ujarnya.

Simak juga video 'DPRD DKI Terbelah Gegara Formula E, Wagub DKI Berharap Bisa Rukun':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)