Kapolri Minta Gangguan Keamanan PON Diantisipasi, Prokes Diperkuat

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 13:19 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat koordinasi (rakor) kesiapan pengamanan PON XX Papua. Kapolri menekankan agar seluruh personel TNI-Polri melakukan upaya antisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah dan venue penyelenggaraan PON.

"Laksanakan betul pengamanan. Apalagi pada saat 2 Oktober nanti Pak Presiden datang dan kemudian laksanakan open ceremony. Ini menjadi catatan yang harus kami laksanakan," kata Sigit saat memimpin rapat di Papua, Rabu (29/9/2021).

Sigit menyebut, demi keamanan event olahraga nasional di Bumi Cenderawasih itu, setidaknya 21.268 personel gabungan dari TNI-Polri telah dikerahkan guna menghindari adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, pengamanan maksimal dari TNI-Polri saat pelaksanaan PON XX di Papua juga dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada kontingen-kontingen yang bertanding.

"Mereka laksanakan kegiatan pertandingan terancam, ketakutan, ini yang tidak boleh terjadi," ujar Sigit.

Selain pengamanan, mantan Kapolda Banten ini juga meminta personel TNI, Polri, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat memastikan penguatan pengawasan protokol kesehatan (prokes). Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penularan COVID-19.

"Kemudian, terkait dengan protokol kesehatan yang harus kami laksanakan terutama rekan-rekan yang ada di dalam venue pastikan terkait penggunaan masker. Masker harus disiapkan, jadi yang terlihat tidak membawa masker, maka dberi masker," ucapnya.

Sigit membeberkan, untuk jumlah penonton, pemerintah sudah menetapkan hanya 25 persen dari kapasitas venue yang boleh diisi oleh masyarakat dalam menyaksikan pertandingan secara langsung dan sudah mendapatkan vaksin dua kali. Oleh karena itu, pengaturan di lapangan harus betul-betul disiapkan.

Mantan Kabareskrim Polri itu mengatakan aplikasi PeduliLindungi perlu diterapkan dan ruang-ruang karantina sementara harus disiapkan bagi masyarakat. Menurutnya, alur dari penanganan warga yang dinyatakan terpapar COVID-19 harus disiapkan, mulai ruang isolasi sementara, kemudian proses menuju fasilitas kesehatan, hingga pelayanan karantina.

"Kemudian ruang karantina karena memang saat masuk sebaiknya aplikasi PeduliLindungi juga dipasang. Kemudian terdeteksi dan harus laksanakan pemeriksaan rapid ada ruang karantina untuk isolasi sementara setelah itu akan ada treatment lanjutan," ujar Sigit.

Simak juga video 'PON XX Papua Siap Digelar':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya: