Polisi: Kebakaran LP Tangerang karena Pemasangan Kabel oleh Bukan Ahlinya

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 12:30 WIB
Jakarta -

Polisi telah menetapkan tiga orang berinisial JMN, PBB, hingga RS sebagai tersangka baru kasus kebakaran Lapas Kelas I Tangerang. Tiga tersangka dinilai alpa menyebabkan kebakaran Lapas Tangerang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan penyebab kebakaran itu dipastikan adanya korsleting listrik. Hubungan arus pendek itu diduga akibat kelalaian dari tiga tersangka tersebut.

"Jadi tersangka JMN ini karena dia yang memasang listrik kabel-kabel di sana yang menyebabkan kebakaran. Dia juga memang bukan ahli di bidangnya," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (29/9/2021).

Dari pemeriksaan yang dilakukan, diketahui pemasangan listrik yang dilakukan oleh JMN diinisiasi oleh tersangka PBB. Tersangka PBB pun diketahui juga berstatus sebagai narapidana.

Menurut Yusri, dari hasil penyidikan, diketahui pemasangan instalasi listrik yang salah ini merupakan tanggung jawab tersangka berinisial RS. Tersangka RS diketahui menjabat Kasubag Umum Lapas Kelas I Tangerang.

"RS ini atasan langsung dari PBB. Jabatan dia sebagai (kepala) bagian umum di Lapas Kelas I Tangerang," terang Yusri.

Sementara itu, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menambahkan, dari penyidikan yang dilakukan pihaknya, polisi tidak menemukan adanya unsur kesengajaan dari peristiwa kebakaran maut tersebut.

"Saat ini belum ditemukan berdasarkan gelar perkara, sepakat tidak ada kesengajaan, tapi lalai," ujar Tubagus.

Ketiga tersangka baru ini dijerat dengan Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP tentang kealpaan yang mengakibatkan kebakaran. Tiga tersangka itu terancam hukuman 5 tahun penjara.

Pasal 188 KUHP berbunyi:

"Barang siapa karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika karena perbuatan itu timbul bahaya umum bagi barang, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi nyawa orang lain, atau jika karena perbuatan itu mengakibatkan orang mati."

(ygs/mea)