Tentang Kratom: Diekspor ke Belanda, Lebih Bahaya Ketimbang Kokain

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 12:15 WIB
Petani Kratom
Kratom yang sudah dijadikan bubuk (Yudistira Imandiar)
Jakarta -

Tanaman kratom di Indonesia tengah menjadi kontroversi lantaran tetap diekspor ke luar negeri meskipun termasuk jenis narkotika. Kratom disebut lebih berbahaya ketimbang kokain.

Dikutip dari laman BNN, kratom adalah tumbuhan asli di wilayah Asia Tenggara yang masih satu famili dengan tanaman rubiacea atau kopi-kopian. Kratom banyak tumbuh di Indonesia, Thailand, Filipina, hingga Papua Nugini.

Berdasarkan hasil identifikasi Puslab Narkoba BNN, kratom mengandung senyawa mitragyna dan 7-hidroksi mitragyna.

Selain itu, terkandung pula alkaloid yang mempunyai efek stimulan dan pada dosis tinggi mempunyai efek sedatif-narkotika. Efeknya serupa dengan kokain dan morfin, bahkan lebih berbahaya. UNODC atau kantor PBB untuk urusan narkotika memasukkan kratom sebagai salah satu jenis NPS (new psychoactive substances) sejak 2013.

Pohon kratom secara normal tumbuh dengan tinggi sekitar 4-9 m, tapi ada juga yang melaporkan tingginya mencapai 15-30 m.

Lihat juga video 'Pro-Kontra Daun Kratom, Komoditas Petani Kapuas Hulu yang Tuai Kontroversi':

[Gambas:Video 20detik]