Perjalanan Kasus Penganiayaan M Kace hingga Irjen Napoleon Jadi Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 10:09 WIB
Jakarta -

Irjen Napoleon Bonaparte ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan Muhammad Kosman alias Muhammad Kace berdasarkan hasil gelar perkara Polri. Peristiwa penganiayaan M Kace ini terjadi di Rutan Bareskrim Polri.

Begini perjalanan kasus penganiayaan hingga Napoleon ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan.

M Kace Buat Laporan Dugaan Penganiayaan

Kasus ini berawal ketika M Kace membuat laporan dugaan penganiayaan di Rutan Bareskrim. Kace mengaku mendapat penganiayaan dari sesama tahanan di Bareskrim Polri. Laporan polisi (LP) itu terdaftar dalam LP bernomor LP:0510/VIII/2021/Bareskrim. LP itu dibuat pada 26 Agustus 2021 atas nama Muhamad Kosman.

"Kasusnya adalah pelapor melaporkan bahwa dirinya telah mendapat penganiayaan dari orang yang saat ini jadi tahanan di Bareskrim Polri," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (17/9).

Laporan itu pun ditindaklanjuti oleh Polri. Polri menyebut M Kace dianiaya oleh sesama tahanan di rutan. Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mengungkap pelaku penganiayaan Muhammad Kece adalah Irjen Napoleon Bonaparte. Seperti diketahui, Irjen Napoleon merupakan tahanan di rutan Bareskrim karena tersandung kasus red notice Djoko Tjandra.

"Sudah tahu bertanya pula," ujar Komjen Agus Andrianto saat dimintai konfirmasi, Sabtu (18/9). Dia menjawab hal tersebut saat ditanya apakah benar yang menganiaya Muhammad Kece adalah Irjen Napoleon seperti informasi yang beredar.

Lumuri Kace Pakai Kotoran Manusia

Polisi mengatakan saat melakukan penganiayaan Irjen Napoleon melumuri wajah dan dan tubuh Muhammad Kace dilumuri kotoran manusia.

"Wajah dan tubuh korban dilumurin dengan kotoran manusia oleh pelaku," ujar Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi kepada wartawan, Minggu (19/9).

Menurut polisi, asal kotoran manusia itu sudah disiapkan oleh Irjen Napoleon. Polisi menyebut Napoleon juga memukul Kace saat melumuri Kace dengan kotoran manusia.

"Kotoran manusia disiapkan sendiri oleh NB," ujar Dirtipidum Bareskrim, Brigjen Andi Rian Djajadi, saat dimintai konfirmasi, Senin (20/9).

Peristiwa penganiayaan itu terjadi di sel M Kace. Polisi mengatakan Irjen Napoleon masuk ke sel Kace memakai gembok milik 'Ketua RT'.

"Gembok standar untuk kamar sel korban diganti dengan 'gembok milik Ketua RT' atas permintaan NB, makanya mereka bisa mengakses," ujar Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi, saat dihubungi, Senin (20/9).

Andi mengatakan 'Ketua RT' di blok rutan Kace ditahan juga merupakan seorang tahanan berinisial H alias C. Menurut polisi, Napoleon masih merasa seperti atasan penjaga rutan. Napoleon Bonaparte sendiri dinyatakan masih aktif sebagai anggota Polri berpangkat jenderal bintang 2 atau irjen. Sebelum beperkara, Napoleon pernah menjabat Kadiv Hubinter Polri.