Round-Up

Sisi Lain Letjen AY Nasution di Balik Dibongkarnya Patung Penumpas PKI

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 29 Sep 2021 07:24 WIB
Rombongan mahasiswa mengunjungi ruang diorama patung Soeharto, Sarwo Edhie Wibowo dan AH Nasution di Museum Dharma Bakti, Makostrad, Jakpus. Tampak seorang prajurit TNI memandu rombongan.
Diorama Patung di Museum Kostrad (dok. Kostrad)

AY Nasution Minta Patung Dibongkar Agar Tenang Lahir-Batin

Sementara itu, Kepala Penerangan Kostrad Kolonel Inf Haryantana juga membenarkan terkait alasan AY Nasution meminta agar patung-patung di museum Kostrad dibongkar. Dia memastikan pembongkaran itu bukan ide dari Kostrad.

"Bahwa tidak benar Kostrad mempunyai ide untuk membongkar patung Pak Harto, Pak Sarwo Edhie, dan Pak Nasution yang ada dalam ruang kerja Pak Harto di Museum Dharma Bhakti di Markas Kostrad," ujarnya.

Kemudian, Haryantana menyebut AY Nasution, yang merupakan pembuat patung-patung itu, meminta agar patung itu dibongkar atas alasan ketenangan lahir dan batin. Pihak Kostrad pun mempersilakan agar AY Nasution membawa patung tersebut.

"Letnan Jenderal TNI (purn) Azmyn Yusri Nasution meminta untuk patung-patung yang telah dibuatnya untuk dibongkar demi ketenangan lahir dan batin, sehingga pihak Kostrad mempersilakan," sambung Haryanta.

Tuduhan Gatot Patung Hilang-Paham Komunis Susupi TNI

Untuk diketahui, persoalan hilangnya patung ini awalnya disinggung oleh Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo. Dia menyatakan bukti komunis masih ada di Indonesia, terkhusus di institusi TNI dapat dilihat dari hilangnya sejumlah barang di Museum Dharma Bhakti, Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat (Jakpus). Barang-barang yang dihilangkan, sambung Gatot, adalah yang berkaitan dengan peristiwa penumpasan komunisme di Tanah Air pada era lampau.

"Bukti nyata jurang kehancuran itu adalah persis di depan mata, baru saja terjadi adalah Museum Kostrad, betapa diorama yang ada di Makostrad, dalam Makostrad ada bangunan, bangunan itu adalah kantor tempatnya Pak Harto (Soeharto) dulu, di situ direncanakan gimana mengatasi pemberontakan G-30S-PKI di mana Pak Harto sedang memberikan petunjuk ke Pak Sarwo Edhie sebagai Komandan Resimen Parako dibantu oleh KKO," ungkap Gatot pada acara webinar yang berjudul 'TNI Vs PKI' pada Minggu (26/9).