MAKI Apresiasi Jokowi dan Polri soal Rencana Perekrutan 56 Pegawai KPK

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 21:49 WIB
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan siap merekrut 56 pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) menjadi ASN Polri. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengapresiasi Sigit dan tentu kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah memberikan restu.

"Saya memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Kapolri yang justru akan merekrut 56 orang yang dianggap tidak lolos TWK. Ini justru bentuk penghormatan terhadap 56 orang tersebut atas pengabdiannya di KPK dan pengabdiannya memberantas korupsi selama ini. Juga super-apresiasi kepada presiden atas restunya terhadap langkah kapolri," ujar Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada detikcom, Selasa (28/9/2021).

Boyamin mengatakan upaya ini merupakan suatu penghargaan dari Sigit kepada para pegawai yang sebelumnya telah berkorban memberantas korupsi selama di KPK. Menurutnya, Sigit tentu memiliki pandangan loyalitas para pegawai tersebut dalam mengabdi kepada negara.

"Dan saya kira ini bentuk penghargaan Kapolri karena sebenarnya orang-orang 56 telah bersedia jadi ASN itu kan bentuk pengorbanan. Jadi dulu pegawai KPK yang independen tapi ini bentuk pengorbanan, saya kira Kapolri melihatnya dari sisi itu bahwa 56 orang itu telah bersedia menjadi ASN itu kan bentuk loyalitas kepada negara, bentuk loyalitas kepada pemerintah juga gitu. Maka Kapolri saya kira melihat itu dan akhirnya malah justru akan merekrut mereka," ujar Boyamin.

Boyamin SaimanKoordinator MAKI Boyamin Saiman (Farih Maulana Sidik/detikcom)

Boyamin juga menyarankan para pegawai itu untuk menerima tawaran bergabung di Bareskrim Polri. Namun Boyamin tak dapat memaksakan para pegawai untuk menerima tawaran tersebut.

"Dan saya bergembira, tapi tetap saya pulangkan kepada 56 orang itu menerima atau tidak, tawaran dari Kapolri ini. Tapi kalau saran saya ya diterima, karena ini bentuk penghargaan dan justru bisa mebedol deso kepada Dittipikor Mabes Polri Bareskrim dan itu akan memperkuat Mabes Polri dalam melakukan pemberantasan korupsi," katanya.

"Tujuan dulu pembentukan KPK kan memang salah satunya untuk memberdayakan lembaga-lembaga penegak hukum yang lain, kepolisian maupun kejaksaan, maupun lembaga lain untuk bisa memberantas korupsi secara baik," sambungnya.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.