Majikan ke Luar Negeri, 3 ART di Kebon Jeruk Jakbar Curi Brankas

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 21:18 WIB
Jasa servis brankas masih ramai di kawasan Petojo, Jakarta. Penggunaan brankas sendiri masih digemari karena lebih aman.
Ilustrasi brankas (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Polisi menangkap tiga asisten rumah tangga (ART) di Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar), yang mencuri brankas milik majikannya. Mereka beraksi saat ditinggal oleh majikan ke luar negeri.

"Bahwa tindak pidana ini, yang mana pelaku HS adalah salah satu karyawan korban yang dipercaya untuk menunggu rumah karena ditinggal pergi pemiliknya ke luar negeri. Rupanya HS punya rencana jahat untuk mencuri brankas," ujar Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Slamet Riyadi dalam konferensi pers, Selasa (28/9/2021).

Ketiga pelaku tersebut berinisial HS (34), JS (41), dan YB (40). Mereka sudah 3 tahun bekerja di rumah korban.

Pencurian brankas ini terjadi pada Jumat (17/9) lalu, sekitar pukul 16.30 WIB. Slamet mengungkapkan, pelaku sebelumnya mengira brankas berisi emas dan uang, namun ternyata isi berisi sertifikat dan dokumen-dokumen saja.

"Kalau bilang salah (sasaran), ya, ngga ada, karena sasarannya kan (curi) brankas. Menurut mereka, brankasnya isi uang barang-barang berharga. Kalau brankas kan lazimnya isinya barang-barang berharga kan. Ternyata ini isinya dokumen-dokumen," jelas Slamet.

"Selanjutnya, dari HS ini bersama dua rekannya, yaitu JS dan YB, mereka mengeluarkan brankas dari rumah itu ukurannya 180 x 80 ya cukup tinggi," sambungnya.

Tersangka HS kemudian menjual brankas tersebut beserta isinya yang belum dibuka. HS menjual brankas tersebut seharga Rp 1 juta kepada JS, kemudian dari JS menjual lagi brankas tersebut seharga Rp 1,5 juta.

"Mereka menjual berikut brankasnya. Dokumen ini kita amankan dari pelaku lain. Yang tersangka pertama nggak tahu isinya apa, karena saat itu brankas masih terkunci. Makanya dijual seharga Rp 1 juta. Tapi begitu sama tersangka kedua, dicari keuntungan jadi Rp 1,5 juta," jelas Slamet.

Pelaku dikenai Pasal 363 KUHP tentang Pencurian Disertai Pemberatan dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

(aud/aud)