Pemerintah Soroti Kinerja Satgas Posko, Terendah 11 Provinsi ini

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 18:08 WIB
Wiku Adisasmito
Jubir Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito (YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Pemerintah menyoroti kinerja satgas posko COVID-19 yang dinilai menurun. Selain itu, disebutkan bahwa ada 11 provinsi yang jumlah satgas poskonya masih di bawah 10 persen.

"Di setiap tempat juga diimbau untuk memiliki satgas poskonya masing-masing, untuk mengawasi protokol kesehatan. Namun upaya ini harus dilakukan dengan ruang lingkup yang lebih besar hingga lapisan terkecil," kata juru bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers daring, Selasa (28/9/2021).

Dia menyebut satgas posko COVID-19 berfungsi sebagai wadah koordinasi untuk mengawasi prokes di tengah masyarakat hingga tingkat RT/RW. Namun satgas posko ini belum maksimal dimanfaatkan.

"Sayangnya satgas posko sebagai wadah koordinasi untuk pengawasan protokol kesehatan hingga tingkat RT/RW belum maksimal dimanfaatkan. Sampai tanggal 26 September kemarin, baru sebesar 31,1 persen satgas posko terbentuk di seluruh Indonesia," ucap Wiku.

"Bahkan terdapat 11 provinsi dengan satgas posko terbentuk masih di bawah 10 persen," lanjut dia.

11 provinsi dengan satgas posko terendah ialah:

1. Kalimantan Tengah 7,47 persen
2. Sulawesi Tenggara 6,43 persen
3. Bengkulu 6,4 persen
4. Kepulauan Bangka Belitung 5,46 persen
5. Kalimantan Utara 4,72 persen
6. Sumatera Selatan 2,21 persen
7. Maluku 1,53 persen
8. Nusa Tenggara Timur 1,06 persen
9. Sulawesi Tengah 0,31 persen
10. Papua 0,14 persen
11. Maluku Utara 0,0 persen

"Provinsi-provinsi ini justru adalah provinsi-provinsi yang paling rentan dalam kepatuhan warganya memakai masker, mencuci tangan da menjaga jarak," ucap Wiku.

Dia pun menyampaikan penurunan kinerja satgas posko COVID-19 di luar 11 provinsi terendah itu. Penurunan kinerja dilihat dari berkurangnya laporan kegiatan satgas posko COVID-19.

"Per 27 September, kinerja posko yang dilaporkan hanya sebesar 681.483 kegiatan, padahal di tanggal 24 September sebesar 771.440 kegiatan. Hal ini tentunya sangat disayangkan karena tugas satgas posko akan semakin vital pada saat kasus sudah mulai turun dan aktivitas mulai berjalan normal," ungkap Wiku.

Dia mengingatkan di masa-masa ini potensi pelanggaran protokol kesehatan paling besar terjadi.

(aud/jbr)