Keberatan Pemilu 2024 Digelar 15 Mei, PDIP Prediksi Masuk Ramadhan

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 16:15 WIB
Politikus PDI Perjuangan, Arif Wibowo diperiksa KPK sebagai saksi terkait dugaan korupsi proyek e-KTP dengan tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.
Foto: Arif Wibowo (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

PDIP keberatan dengan usulan pemerintah terkait pemungutan suara Pemilu 2024 digelar 15 Mei. PDIP meminta pemerintah mengkaji ulang jadwal tahapan Pemilu 2024.

"Kami minta kepada pemerintah, bahkan stakeholder lainnya, termasuk penyelenggara, untuk mengkaji secara seksama, mendalami lagi menyangkut apa yang disebut dengan membangun sistem kepemiluan," kata anggota Komisi II DPR Arif Wibowo kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/9/2021).

"Oleh karena itu, sistemnya harus terintegrasi dan harmonis yang diatur dalam 2 UU, yaitu UU 7 2017 tentang Pemilu dan UU Pilkada. Sebagaimana kedua UU itu, membangun sistem pemilihan kita yang ajeg, harmonis, terintegrasi, di masa akan datang," lanjutnya.

Arif memprediksi Ramadhan dan Lebaran pada 2024 jatuh di Mei. Arief menilai tidak etis jika ada kegiatan politik saat Ramadhan.

"Ada satu soal, di mana kalau dilakukan pada 15 Mei kita melewati bulan Ramadhan dan lebaran, terutama bulan Ramadhan itu bulan yang kita hormati. Sedianya tidak ada kegiatan politik apa pun dalam bulan Ramadhan, karena kalau hitungannya 15 Mei masih masuk-masuk kampanye," ujarnya.

"Dan saya kira sangat tidak elok dan tidak etis, dan bisa menimbulkan masalah. Tidak perlu terkait kebangsaan kita, apabila Ramadhan sebagai bulan yang kita hormati menjadi bagian dari proses politik menuju pencoblosan," lanjut Arif.

Lebih lanjut, Arif meminta pemerintah untuk bijak mempertimbangkan dengan matang keputusan pemilu. Dia berharap pemerintah, DPR, dan penyelenggara pemilu bisa memutuskan hari yang baik dan pas sesuai kesepakatan.

"Oleh sebab itu, sekali lagi kita minta pemerintah secara bersama-sama meneliti, mengkaji yang tepat sehingga saatnya nanti saat kami rapat antara DPR, pemerintah dan penyelenggara bisa menentukan tanggal, hari, dan tepat yang tepat untuk pemungutan suara. Jadi apakah PDIP keberatan pemungutan suara pada 15 Mei karena meminta menimbang ulang? Tentu keberatan," tuturnya.

Pemerintah Usulkan Pemilu 15 Mei 2024

Menko Polhukam Mahfud Md menyampaikan pemerintah telah melakukan rapat internal membahas simulasi tanggal pelaksanaan Pemilu 2024. Hasilnya, 15 Mei dipilih menjadi hari pencoblosan Pemilu 2024.

"Pilihan pemerintah adalah tanggal 15 Mei (hari pemungutan suara)," kata Mahfud melalui rekaman video yang diterima, Senin (27/9/2021).

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.