Harun Masiku Belum Ditemukan Lewat Red Notice, Polri: Butuh Waktu

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 16:10 WIB
DPO Harun Masiku.
DPO Harun Masiku (Situs resmi KPK)

KPK Sebut Harun Masiku di Luar Negeri

Adapun KPK mengaku berhasil melacak keberadaan DPO Harun Masiku. Deputi Penindakan KPK Karyoto mengungkapkan Harun Masiku tengah berada di luar negeri.

"Hanya saja karena tempatnya tidak di dalam (negeri). Kita mau ke sana juga bingung. Pandemi sudah berapa tahun," ujar Karyoto dalam konferensi pers, Selasa (24/8).

Karyoto mengaku sangat bernafsu melakukan penangkapan saat mengetahui keberadaan Harun Masiku. Saat itu Ketua KPK Firli Bahuri pun sempat memerintahkannya tapi belum ada kesempatan.

"Saya sangat nafsu sekali ingin menangkapnya. Waktu itu Pak Ketua (Firli Bahuri) sudah perintahkan, kamu berangkat, saya siap, Pak, tapi kesempatannya yang belum ada," ujarnya.

Informasi lain menyebutkan, Harun Masiku berada di Indonesia. Informasi itu disampaikan Ronal P Sinyal, penyidik KPK yang saat ini tengah dinonaktifkan buntut polemik tes wawasan kebangsaan (TWK). Ronal berada dalam satu tim dengan Harun Al Rasyid sebagai ketua satuan tugas (kasatgas) yang memburu Harun Masiku. Namun Harun Al Rasyid juga dinonaktifkan karena TWK.

Ronal mengatakan Harun Masiku berada di Indonesia. Bahkan Ronal tahu siapa saja yang menyokong Harun Masiku.

"Kalau menurut data yang saya punya, saya dapat info update-nya sampai Agustus kemungkinan besar 80 persen tahu lokasinya di mana. Cuma kenapa bisa saya tindak lanjuti? Kan yang pertama saya kan lagi nonaktif ya, jadi yang kedua seandainya pun ditangkap kami juga khawatir takutnya nanti modelnya kayak bansos, jadi tokoh-tokoh orang di belakangnya itu malah tidak digali lebih dalam," ucap Ronal kepada detikcom, Senin (6/9).

Ronal meyakini urusan Harun Masiku berkembang. Oleh sebab itu, dia berharap bila kelak Harun Masiku ditangkap maka penyidikan harus diupayakan menjerat orang-orang lain yang mendukung pelarian Harun Masiku.

"Kalau saya lihat dengan orang-orang yang men-support beliau sih, orangnya berkumpul di suatu tempat dan tempatnya itu bukan di luar (negeri), di Indonesia," imbuh Ronal.


(jbr/jbr)