DPRD Sumut Rekomendasi Jabatan Sekda Segera Dilelang, Gubsu Curiga

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 14:44 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad-detikcom)
Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad/detikcom)
Medan -

DPRD Sumatera Utara (Sumut) merekomendasikan Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi segera melakukan lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda). Gubsu Edy curiga terhadap rekomendasi itu.

"Iya (lelang jabatan Sekda jadi rekomendasi saat raker)," kata Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto saat dimintai konfirmasi, Selasa (28/9/2021).

Dia mengatakan Komisi A DPRD Sumut menilai syarat utama seseorang menjadi sekda adalah masih tercatat sebagai PNS dan berusia maksimal 58 tahun pada 1 Desember 2021. Dia mengatakan ada sejumlah syarat.

"Komisi A DPRD Sumut menegaskan bahwa syarat utama jabatan sekda adalah masih tercatat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Indonesia, dengan usia maksimal 58 tahun pada 1 Desember 2021. Calon pendaftar sedang atau pernah menduduki JPT pratama (eselon II) atau jabatan fungsional paling rendah jenjang utama paling singkat 2 tahun. Pangkat paling rendah pembina utama muda golongan ruang IV/c," ucapnya.

Dia meminta Edy melaksanakan aturan main untuk mengisi jabatan Sekda Sumut. Menurutnya, DPRD Sumut siap membantu Edy.

Edy Curiga soal Rekomendasi DPRD

Gubsu Edy mengatakan lelang jabatan Sekda akan dilakukan. Namun proses lelang terkendala minimnya ASN yang berpangkat 4D sebagai syarat maju menjadi Sekda.

"Untuk menjadi Sekda, eselon I, itu memerlukan tuntutan pangkat. Jadi ini harus tahu semua pihak, yang punya pangkat sekarang di 4D itu hanya satu orang, kita berharap, kita Plt kan dulu sehingga di tahun ini mereka semua sudah ada (berpangkat 4D)," ucap Edy.

Edy mengatakan persoalan lelang sudah sempat dibuka, namun hanya diikuti satu orang. Dia mengaku masih menunggu ASN yang berpangkat 4D untuk bisa mendaftar menjadi Sekda.

Edy menyebut Sekda bertugas membantu dirinya di Pemprov Sumut. Dia meminta pihak lain tidak ikut campur.

"Yang makai itu, user-nya gubernur. Yang lain tenang saja dulu," ujarnya.

Dia mengaku heran ada yang ikut campur persoalan pemilihan Sekda. Dia menduga pihak lain ikut campur karena punya calon Sekda yang didukungnya.

"Kok yang lain ribut-ribut, jadi curiga saya karena dia punya calon," tutur Edy.

Edy menyebut persoalan pemilihan Sekda ini memiliki aturan main. Dia mengatakan yang menjabat Plt Sekda saat ini juga sudah bekerja dengan baik.

"Yang perlu diributkan itu apabila Plt-nya nggak bisa kerja. Yang menjadi Plt pun sekarang kerjanya bagus. Hanya dia tidak bisa maju (jadi Sekda definitif), waktu pensiunnya sudah pendek," jelasnya.

Plt Sekda Sumut kini diisi oleh Afifi Lubis. Posisi Sekda Sumut definitif masih kosong setelah Sabrina pensiun.

(haf/haf)