Sasar 10 Ribu Warga, Ganjar Percepat Vaksinasi di Kawasan Borobudur

Jihaan Khoirunnisa - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 13:10 WIB
Pemprov Jateng
Foto: Pemprov Jateng
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya terus menggenjot capaian vaksinasi di kawasan Candi Borobudur. Salah satunya dengan menggelar vaksinasi massal di beberapa titik di Magelang yang menyasar 10 ribu masyarakat.

Adapun beberapa titik vaksinasi massal, di antaranya kawasan Candi Borobudur, Desa Wisata Wanurejo, dan Balkondes Duta Menoreh Tanjungsari.

"Vaksinasi ini untuk menyiapkan dan membantu para pelaku wisata khususnya di kawasan Borobudur. Selain itu juga para pelajarnya. Kami sengaja menggelar di kawasan ini, agar publik tahu bahwa pariwisata kita mesti siap-siap sehingga masyarakat aman, pelaku wisata aman, dan pelajar aman," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/9/2021).

Saat memantau kegiatan vaksinasi massal pada Minggu (26/9), Ganjar menjelaskan kegiatan ini ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi sejumlah event yang akan diselenggarakan di tempat tersebut. Menurutnya dalam waktu dekat ini akan berlangsung acara Tour de Borobudur (TDB), ajang balap sepeda, dan Borobudur Marathon yang merupakan ajang marathon tingkat internasional.

"Sebelum melaksanakan kegiatan-kegiatan itu, kami ingin vaksinasi dipercepat. Dan memang Kabupaten Magelang ini termasuk rendah vaksinasinya, maka kita serbu. Harapannya, bisa naik dan masyarakat bisa terlindungi. Kalau sudah begitu, maka wisata yang bagus-bagus di kawasan ini bisa bergeliat lagi," terangnya.

Ganjar juga meminta seluruh daerah di Jateng agar benar-benar mematangkan persiapan sebelum membuka destinasi wisata. Ia mendorong kepala daerah setempat untuk bisa memilih dan memilah mana destinasi prioritas dan mana yang perlu dilakukan percepatan vaksinasi.

"Pilihan itu bisa didorong umpama pelaku ekonomi di pasar, anak sekolah dan tentu pariwisata. Semuanya harus siap dan divaksin. Kalau sudah divaksin, kita jadi tenang. Menggeser dari pandemi ke endemi, menurut saya yang paling bagus adalah vaksin," katanya.

Terkait capaian vaksinasi di Jateng, Ganjar menjelaskan per Sabtu (25/9) kemarin sudah ada 11,1 juta warga Jateng yang mendapatkan vaksin. Atau setara dengan 38,91 persen dari target vaksinasi. Sementara vaksin kedua sudah mencapai 5,5 juta orang.

"Yang tertinggi Salatiga, Solo, Kota Magelang, Kota Semarang. Terendah ada Cilacap, Banjarnegara, Brebes, Kabupaten Magelang dan Batang. Maka saya minta dipercepat, kalau dikirim vaksin, sehari itu langsung dihabiskan agar ada percepatan," katanya.

Sementara itu, acara vaksinasi di kawasan Borobudur disambut antusias masyarakat. Mereka rela antre dengan tertib sejak pagi untuk mendapat jatah vaksinasi.

"Ini antre vaksin, mau divaksin biar sehat. Harapannya setelah masyarakat divaksin semua, kondisi bisa pulih seperti sedia kala. Selama ini sepi, nggak ada wisatawan. Jadi setelah divaksin semua, harapannya wisatawan datang ramai lagi dan kita bisa jualan," kata Istikanah (41) yang merupakan salah satu pedagang kerajinan di kawasan Borobudur.

Hal senada disampaikan Sutarno (61), pedagang mainan dan kerajinan lainnya. Menurutnya, selama pandemi ini ia dan teman-temannya praktis tidak bisa berjualan karena tidak ada wisatawan yang datang.

"Kalau sudah divaksin semua, harapannya masyarakat punya kekebalan. Jadi, kondisi bisa cepat pulih. Yang jualan bisa lancar, wisatawan tambah ramai seperti dulu," pungkasnya.

Lihat juga video 'IDI: Vaksin Johnson & Johnson Praktis untuk Daerah Terpencil':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)