Polisi Gelar Perkara Kasus Napoleon Pukul-Lumuri Kotoran ke Kace Hari Ini

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 10:42 WIB
Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi (Dok Polri)
Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi (Dok Polri)
Jakarta -

Terdakwa kasus korupsi Irjen Napoleon Bonaparte diduga menganiaya tersangka kasus dugaan penistaan agama Muhammad Kece alias Kace di Rutan Bareskrim Polri. Polisi bakal menentukan nasib Irjen Napoleon dalam gelar perkara hari ini.

"Insyaallah (gelar perkara) hari ini," ujar Dirtipidum Bareskrim, Brigjen Andi Rian Djajadi, saat dimintai konfirmasi, Selasa (28/9/2021).

Andi menyebut ada enam calon tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan Kace. Namun, Andi belum mau membeberkan identitas para calon tersangka itu.

"Tunggu saja hasilnya," ujarnya.

Sebelumnya, Irjen Napoleon Bonaparte diduga menganiaya Kace di dalam rutan. Dia diduga memukul dan melumuri Kace dengan kotoran manusia yang disiapkannya.

Napoleon diduga dibantu tiga tahanan lain dalam melakukan aksi tersebut pada Kamis (26/8) dini hari. Salah satu tahanan yang diduga membantu Napoleon adalah mantan Panglima Laskar FPI, Maman Suryadi.

Irjen Napoleon Bonaparte juga telah buka suara soal kasus ini lewat surat yang disampaikan oleh kuasa hukumnya, Haposan Batubara. Dia mengawali penjelasan soal dirinya yang terlahir dan dibesarkan sebagai seorang muslim.

Dia menyatakan siapa pun bisa menghina dirinya, tapi tidak dengan Allah, Rasulullah, dan Al-Qur'an. Dia bersumpah akan melakukan tindakan terukur terhadap orang yang menghina Allah, Rasulullah, dan Al-Qur'an.

"Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allahku, Al-Qur'an, Rasulullah SAW, dan akidah Islam-ku, karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apa pun kepada siapa saja yang berani melakukannya," tulisnya.

Dia menyayangkan perbuatan Kace yang dianggapnya bisa merusak kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Irjen Napoleon Bonaparte mengaku akan bertanggung jawab atas perbuatannya terhadap Kace.

Polisi menegaskan surat tersebut tak akan mempengaruhi proses hukum kasus dugaan penganiayaan. Napoleon diduga ingin mencari perhatian dengan dalih membela agama. Polisi juga telah menggelar prarekonstruksi kasus ini.

Simak juga 'Pengacara: Napoleon Bonaparte Tak Pernah Nyatakan Aniaya Kace!':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)