Ketika Ade Armando Bandingkan Kasus Hina Agama Kace dan Habib Rizieq

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 06:41 WIB
Ade Armando usai diperiksa polisi (Samsudhuha-detikcom)
Foto: Ade Armando (Samsudhuha/detikcom)

Dia mengatakan Habib Rizieq punya kapasitas untuk berdakwah. Novel juga menyebut Habib Rizieq memahami perbandingan agama lain.

"Karena IB HRS pernah Sekolah Kristen di SMP Bethel Petamburan jadi kalo ada yang disampaikan adalah kajian ilmiah bagi yang mau menanggapinya harus dengan kajian ilmiah pula," ujarnya.

"Kalo Kece yang diduga atheisme dan apa yang disampaikan hanya penghinaan belaka dan latar belakangnya juga bukan disiplin ilmu agama. Dengan begitu, si Kece pantas mendapatkan hukuman yang setimpal," lanjut Novel.

Wajah Kace Dilumuri Kotoran

Seperti diketahui, peristiwa penganiayaan Irjen Napoleon terhadap Kece terjadi di dalam Rutan Bareskrim Polri pada 26 Agustus 2021 lalu. Kece pun membuat laporan polisi bernomor LP:0510/VIII/2021/Bareskrim. LP itu dibuat pada 26 Agustus 2021 atas nama Muhamad Kosman.

Belakangan terungkap bahwa Irjen Napoleon menganiaya Kece tak sendiri. Dia dibantu oleh eks Panglima Laskar FPI Maman Suryadi dan 1 tahanan lain untuk memukul dan melumuri wajah serta tubuh Kece dengan kotoran manusia.

"Wajah dan tubuh korban dilumurin dengan kotoran manusia oleh pelaku," ujar Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi kepada wartawan, Minggu (19/9) lalu.

Irjen Napoleon Bonaparte telah angkat suara perihal penganiayaan ini. Irjen Napoleon Bonaparte angkat bicara melalui surat terbuka yang disampaikan oleh kuasa hukumnya, Haposan Batubara.

"Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, sebenarnya saya ingin berbicara langsung dengan Saudara-saudara semua, namun saat ini saya tidak dapat melakukannya," tulis Napoleon dalam surat terbukanya.

Napoleon menyatakan siapa pun berhak menghina dirinya, namun tidak dengan Allah, Rasulullah, dan Al-Qur'an. Terhadap siapa pun yang menghina Allah, dia bersumpah akan melakukan tindakan terukur.

"Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allahku, Al-Qur'an, Rasulullah SAW, dan akidah Islamku. Karenanya, saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apa pun kepada siapa saja yang berani melakukannya," ungkapnya.


(isa/dnu)