Round-Up

Cerita Miris Nikah di NTB: Talak Usai Ijab-Mempelai Ditendang Mertua

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 28 Sep 2021 05:04 WIB
Mataram -

Cerita miris pernikahan di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali terjadi. Peristiwa tak mengenakkan itu bahkan terjadi saat akad.

Cerita pertama terjadi pada 4 Juli 2021. Acara akad nikah yang khidmat berubah menjadi ricuh.

Suami Talak Istri Usai Ijab

Pangkalnya, mempelai pria mengucapkan talak tak lama usai pengucapan akad. Spontan, suasana di acara pernikahan tersebut diwarnai keributan.

Momen itu terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial (medsos). Pernikahan itu terjadi di sebuah daerah di Sumbawa, NTB.

Pernikahan itu digelar di halaman rumah. Tampak mempelai pria dan wanita duduk berdampingan di hadapan penghulu dan saksi.

Penghulu lalu bertanya soal apakah mempelai wanita ingin suaminya membacakan sighat taklik. Ada 4 janji yang dibacakan suami pada sighat taklik yaitu:
1. Tidak meninggalkan istri lebih 2 tahun berturut-turut,
2. Senantiasa memberi memberi nafkah wajib terhadap istri,
3. Tidak membiarkan atau mempedulikan istri lebih dari 6 bulan,
4. Tidak menyakiti jasmani/fisik istri.

Mempelai wanita menjawab tidak ingin suami membaca sighat taklik. Jawaban sama dikatakan saat penghulu mengulang pertanyaan tersebut.

Setelah itu, penghulu meminta pengantin pria menandatangani dokumen pernikahan. Namun bukannya tanda tangan, sang pria mengambil mikrofon dan menjatuhkan talak kepada pengantin wanita.

Suami talak istri setelah akad nikahSuami talak istri setelah akad nikah (Foto: Dok. Facebok Delian Lubis)

Perkataan talak itu langsung membuat emosi pria berbaju batik dan bermasker biru yang ada di depan si pengantin wanita. Video kemudian memperlihatkan terjadinya perkelahian dan si pengantin pria kena pukul.

Kedua mempelai tersebut ialah Fendi dan Yati. Sahabat Yati, Nuraini, menceritakan duduk masalah hingga akad pernikahan itu diwarnai keributan.

Nuraini mengatakan Fendi dan Yati sudah berpacaran bertahun-tahun. Mereka kemudian sepakat menikah setelah Yati hamil.

Namun pihak mempelai pria tak menyetujui hubungan tersebut. Mereka ingin membatalkan pernikahan yang sudah di depan mata.

"Mau bagaimana lagi mbak Yati sudah hamil dan harus menikah. Dan pernikahan itu dilakukan. Semuanya sudah disiapkan oleh keluarga mbak Yati. Mulai dari perjamuan dan semua tamu undangan," kata Nuraini kepada Wolipop, Jumat (9/7/2021).

Dia mengatakan Yati bersedia dinikahi Fendi meski tanpa mahar. Yati ingin meminta pertanggungjawaban dari Fendi.

Akibat ditalak saat akad, Yati sempat dilarikan ke rumah sakit. Fendi diamankan masyarakat.

Beberapa hari kemudian, Fendi dan keluarga meminta maaf serta menyatakan menyesal. Yati dan Fendi pun sepakat membina keluarga bersama.

Simak kisah cerita selengkapnya di halaman selanjutnya.