Tanah Sitaan Dikuasai Pihak Lain, KPK Mengadu ke Polda Banten

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 14:14 WIB
Gedung baru KPK
Gedung Merah Putih KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Aset tanah dari Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan ternyata dikuasai pihak lain. Padahal aset itu menjadi sitaan KPK.

"KPK telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan benar menemukan adanya aktivitas perataan tanah oleh PT Bangun Mitra Jaya. KPK telah meminta secara lisan agar aktivitas tersebut dihentikan karena statusnya masih disita KPK," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (27/9/2021).

Ali mengatakan tanah tersebut berjumlah 7 bidang tanah. Tanah-tanah itu berlokasi di Jalan Sewor, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok, dan Kota Serang Banten.

Pihak PT Bangun Mitra Jaya itu disebut tetap bersikukuh melakukan aktivitas di tanah yang telah disita KPK tersebut. Ali mengatakan KPK telah melayangkan surat pengaduan ke kepolisian pada 2 September 2021.

"Karena PT Bangun Mitra Jaya tetap bersikukuh melakukan aktivitasnya dan merasa punya hak atas tanah tersebut, KPK melayangkan surat pengaduan penguasaan tanah sitaan ini kepada Kepolisian Daerah Banten tertanggal 2 September 2021," katanya.

Selanjutnya, Ali mengatakan perkara Wawan telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Sebanyak 7 bidang tanah tersebut nantinya akan dikembalikan setelah permasalahan tanah ini tuntas.

"Saat ini perkara TCW (Tubagus Chaeri Wardana) sudah inkracht dengan putusan majelis menyebut bahwa 7 bidang tanah dimaksud dikembalikan kepada Tersita. Selanjutnya KPK akan melakukan eksekusi dengan mengembalikan aset tersebut kepada pihak Tersita setelah permasalahan penguasaan tanah ini tuntas," katanya.

Lebih lanjut, Ali mengatakan hal ini bisa menjadi pembelajaran bagi segala pihak dalam mengelola aset tanah.

"KPK berharap hal ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, bahwa aset yang disita oleh aparat penegak hukum untuk kepentingan proses penanganan suatu perkara tidak boleh dikuasi oleh pihak lain," ujarnya.

Sebelumnya, KPK telah melimpahkan berkas perkara tersangka penyuap Kepala Lapas Sukamiskin, Wawan ke Pengadilan Tipikor Bandung. Wawan akan segera diadili.

"Selasa (31/8/2021) tim JPU telah melimpahkan berkas perkara Terdakwa TCW ke Pengadilan Tipikor pada PN Bandung," ujar Ali, Rabu (1/9).

Sebagaimana diketahui, Wawan saat ini menjalani hukuman di Lapas Sukamiskin dengan tiga kasus, yaitu:

1. Menjalani hukuman 5 tahun penjara karena menyuap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) kala itu, Akil Mochtar;

2. Menyuap Kepala Lapas Sukamiskin. Saat ini masih proses hukum;

3. Menjalani hukuman 5 tahun penjara karena korupsi pengadaan alkes Pemprov Banten dan Pemkot Tangsel, yaitu pengadaan alat kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada APBD TA 2012 dan APBD-P TA 2012 dan pengadaan alat Kesehatan kedokteran umum puskesmas pada Pemerintah Kota Tangerang Selatan tahun anggaran 2012.

(dhn/dhn)