Pria Sakit Hati Bakar Mimbar Masjid di Makassar, Ini Respons Kemenag

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 14:02 WIB
Mimbar Masjid Raya Makassar dibakar OTK.
Polisi olah TKP pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar. (Ibnu Munsir/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) buka suara terkait kasus perusakan mimbar Masjid di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kemenag berharap peristiwa tersebut terjadi murni karena aksi kriminal.

"Berharap perusakan itu segera diselesaikan pihak berwajib. Berharap motivasinya murni kriminal," kata Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin, saat dihubungi, Senin (27/9/2021).

Kamaruddin mengingatkan agar sumber daya manusia (SDM) dan juga tata kelola masjid lebih ditingkatkan lagi. Kamaruddin mengatakan Kemenag juga terus membina para takmir masjid agar kualitas layanan rumah ibadah dapat meningkat.

"Ekosistem pengelolaan rumah ibadah/masjid harus terus ditingkatkan, baik SDM maupun tata kelolanya. Kami terus melakukan pembinaan takmir-takmir masjid agar kualitas layanan rumah ibadah terus meningkat," ujarnya.

Pelaku Ngaku Sakit Hati

Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap pelaku yang membakar mimbar Masjid Raya Makassar, Sulsel. Pelaku berinisial KB itu diamankan untuk diinterogasi lebih lanjut.

Pelaku ditangkap pada pukul 13.35 Wita atau tidak lama setelah pihak kepolisian melakukan olah TKP di lokasi. Pelaku K diamankan tak jauh dari lokasi Masjid Raya Makassar.

Kapolrestabes Makassar Kombes Witnu Urip Laksana mengatakan pelaku merupakan warga sekitar dan pengangguran. KB mengaku sakit hati terhadap sekuriti dan pengurus masjid karena ditegur saat tidur di masjid.

"(Motif) sakit hati kepada pengurus masjid yang mana setiap pelaku ini datang ke masjid untuk datang beristirahat tidur di masjid ini selalu dilarang pengurus masjid maupun pihak sekuriti," ucap Kombes Witnu saat jumpa pers di kantornya, Sabtu (25/9).

Menurut Witnu, pelaku merupakan warga sekitar Masjid Raya Makassar, yang selama ini memang kerap datang beristirahat di masjid.

"Pelaku ini termasuk yang rutin sering tidur di pelataran Masjid Raya. Kemungkinan pihak sekuriti menganggap tidak nyaman dengan kehadiran pelaku, kemungkinan bisa ganggu jemaah yang sedang beribadah," ungkap Witnu.

Aksi pembakaran mimbar masjid ini terjadi sekitar pukul 01.30 Wita tadi. Aksi pelaku itu sempat disaksikan warga tapi pelaku berhasil melarikan diri.

Saat ini pelaku dibawa ke psikiater untuk dicek kondisi kejiwaannya. Pengecekan ini dilakukan juga untuk melengkapi proses penyidikan.

(jbr/jbr)