Tentang Pesawat Pengebom B-52H Milik AS yang Bikin Sukhoi Rusia Melesat

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 12:34 WIB
B-52 Stratofortress – The first versions of this long-range heavy bomber flew in 1954. A total of 744 were built, the last of those in 1962. The Air Force maintains 58 B-52s in the active force and 18 in the Reserve. A single B-52 can carry 70,000 pounds of mixed munitions, including bombs, missiles and mines. The eight-engine jets have a range of 8,800 miles. (Master Sgt Greg Steele/US Air Force)
Foto: Ilustrasi Pesawat B25 H milik AS (Master Sgt Greg Steele/US Air Force)
Jakarta -

Pesawat pengebom strategis B-52H milik Amerika Serikat (AS) terdeteksi mendekati wilayah udara Rusia. Pesawat pengebom B-52H termasuk pesawat yang bisa melakukan beragam misi.

Dikutip dari laman US Air Force, B-52H Stratofortress adalah pengebom berat jarak jauh yang dapat melakukan berbagai misi.

Pengebom ini mampu terbang dengan kecepatan subsonik tinggi di ketinggian hingga 50.000 kaki (15.166,6 meter). Pesawat ini dapat membawa persenjataan konvensional berpemandu nuklir atau presisi dengan kemampuan navigasi presisi di seluruh dunia.

Fitur Canggih

Dalam konflik konvensional, B-52 dapat melakukan serangan strategis, close-air support, air interdiction, offensive counter-air dan maritime operations.

Semua B-52 dapat dilengkapi dengan dua sensor tampilan elektro-optik, inframerah, dan pod penargetan canggih untuk meningkatkan penargetan, penilaian pertempuran, dan keselamatan penerbangan, yang selanjutnya meningkatkan kemampuan tempurnya.

B-52 dilengkapi dengan pod penargetan tingkat lanjut. Pod penargetan memberikan deteksi target jarak jauh yang bisa ditingkatkan, identifikasi, dan pengawasan stabil berkelanjutan untuk semua misi.

Pesawat ini memiliki jangkauan tempur tanpa bahan bakar lebih dari 8.800 mil (14.080 kilometer).

Lihat juga video 'Potret Muram Ibu Kota Haiti Menyambut Warganya yang Didepak AS':

[Gambas:Video 20detik]