Polisi: Penangkapan-Penahahan Fredy Kusnadi 'Mafia Tanah' Sesuai Prosedur

Rahmat Fathan - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 16:43 WIB
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers di Mapolda Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020) terkait kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo. Polda Metro Jaya menyatakan kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut dan leher. Hadir dalam keterangan pers tersebut antara lain Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengacara Fredy Kusnadi, Tonin Tachta Singarimbun, memprotes penangkapan hingga penahanan kliennya di kasus mafia tanah rumah ibunda mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal. Polisi memastikan penangkapan hingga penahanan Fredy Kusnadi sudah sesuai prosedur hukum yang berlaku.

"Penetapan tersangka, terus penangkapan, dan penahanan sudah kita lakukan sesuai dengan prosedur," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat saat dihubungi detikcom, Senin (22/2/2021).

Tubagus menyampaikan, dari alat bukti yang ada, Fredy Kusnadi dinilai telah memenuhi unsur untuk ditetapkan sebagai tersangka. Sementara penahanan dilakukan karena murni kewenangan penyidik.

"Alat buktinya cukup, terus pasal yang disangkakannya, begitu juga ancaman hukumannya bisa untuk ditahan. Memungkinkan alasan objektif maupun alasan subjektifnya kita putuskan untuk dilakukan penahanan. Gitu," ucap Tubagus.

Menurutnya, sah-sah saja jika pengacara tidak puas dengan upaya hukum yang dilakukan polisi terhadap Fredy Kusnadi.

"Terus dari pihaknya tidak puas ya wajar-wajar saja sih ketidakpuasan itu. Tapi intinya sih penyidik telah melakukan langkah-langkah sesuai ketentuan," katanya.

Sebelumnya, Fredy Kusnadi yang disebut Dino Patti Djalal sebagai dalang mafia tanah ditangkap di rumahnya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat pada Jumat (19/2) dini hari lalu. Usai ditangkap, Fredy Kusnadi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus mafia tanah.

Sejak Jumat siang, Fredy Kusnadi mulai diperiksa di Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Pemeriksaan selesai pada malam harinya, sekitar pukul 19.30 WIB.

Pengacara Fredy Kusnadi, Tonin Tachta Singarimbun mengatakan, kliennya mengoreksi sejumlah poin pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Tonin menyebut, ada sejumlah keterangan yang tidak relevan dalam BAP tersebut.

"Apa-apa yang disangkakan tidak relevan lagi setelah dijawab dalam BAP. Jadi penyidik sekarang hanya menghargai keterangan tanpa perlu dibuktikan alat bukti lain," ujar Tonin saat dihubungi, Jumat (19/2/2021) malam.

Tonin kemudian memprotes soal penahanan Fredy Kusnadi ini. Ia juga mempertanyakan mengapa dua tersangka lainnya, yakni Mustofa alias Ali Topan dan Lina Marlina tidak ikut ditahan dalam perkara ini.

"Yang dua, Mustofa dengan Lina Marlina, yang kata Fredy itu semua tertangguhkan (penahanannya). Si Mustofa ini kan orangnya Ibu Nadia tukang ngangkat barang lah segala macam. Katanya nggak ditahan hanya wajib lapor, sama Lina Marlina juga," kata Tonin saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (20/2/2021).

Simak video 'Terlibat Mafia Tanah Ibu Dino Patti Djalal, Fredy Kusnadi Jadi Tersangka':

[Gambas:Video 20detik]



(mea/mea)