Gelar Aksi, Massa Aliansi BEM SI Geruduk KPK

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 11:15 WIB
Massa Aliansi BEM SI tiba di KPK
Massa Aliansi BEM SI menggeruduk gedung KPK. (Azhar/detikcom)
Jakarta -

Massa aksi Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) telah tiba di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Mereka akan menyuarakan pendapatnya terkait polemik pemberhentian 56 pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

Pantauan detikcom, pukul 10.43 WIB, Senin (27/9/2021), massa datang dari arah selatan di Jalan Persada Kuningan. Saat mereka datang, polisi langsung membatasi massa dengan tali pembatas.

Massa terlihat menggunakan masker. Mereka juga terlihat mengenakan almamater dari berbagai universitas di Indonesia.

Terpantau ada mobil komando dengan orator di atasnya. Mahasiswa tersebut mengatakan sudah mengumpulkan mahasiswa dari berbagai daerah.

"Kita sudah terkumpul dari Sabang sampai Merauke. Ada yang Kalimantan, ada yang dari Provinsi Jawa Tengah," ujarnya.

"Bahwa negara kita sedang darurat korupsi, dan hari ini KPK tidak memiliki marwah lagi, yang berselingkuh dengan koruptor. Hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia," teriaknya.

Seperti diketahui, Aliansi BEM SI bakal menggelar aksi massa terkait polemik pemberhentian 56 pegawai KPK yang tidak lolos TWK. Aksi ini bakal terpusat di Jakarta.

"Benar," ujar Koordinator Pusat BEM SI Nofrian Fadil Akbar ketika dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (24/9). Nofrian menjawab pertanyaan betul-tidaknya ada aksi massa di Jakarta pada 27 September.

Ada sejumlah tuntutan yang bakal dilayangkan BEM SI. Pertama, BEM SI meminta Ketua KPK Firli Bahuri mencabut surat keterangan (SK) pemberhentian pegawai KPK.

"Kami mendesak Presiden juga, Bapak Jokowi, untuk bertanggung jawab dalam kasus upaya pelemahan terhadap KPK dengan mengangkat pegawai KPK untuk menjadi aparatur sipil negara," kata Koordinator Media BEM SI Muhammad Rais ketika dihubungi.

"Kami juga menuntut Ketua KPK Bapak Firli Bahuri mundur dari jabatannya dengan telah banyak gagal menjaga integritas dan marwah KPK dalam pemberantasan korupsi," lanjut Rais.

(fas/fas)