Ketua DPD Minta Keamanan Laut Diperkuat

Yudistira Imandiar - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 21:56 WIB
Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti
Foto: DPD RI
Jakarta -

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta pemerintah untuk memperkuat TNI Angkatan Laut (AL). Hal itu dilakukan untuk memperkuat sistem keamanan di jalur laut.

"Saya meminta kepada pemerintah untuk memperkuat sistem keamanan laut. TNI AL harus diperkuat sebagai upaya pertahanan jalur laut dari berbagai ancaman gangguan keamanan nasional, juga ancaman penyelundupan narkoba yang 90 persen menggunakan jalur laut melalui jalur-jalur perairan strategisnya," urai LaNyalla dalam keterangan tertulis, Minggu (26/9/2021).

LaNyalla mengulas perairan Indonesia seluas 6,4 juta km², terdiri dari 3,1 juta km² berupa perairan pedalaman dan perairan kepulauan, menjadi tantangan tersendiri dalam menghadapi ancaman penyelundupan narkoba. Oleh sebab itu, kekuatan pertahanan maritim disebut menjadi kunci utama.

"Indonesia ini merupakan negara kepulauan. Maka saya menilai pertahanan kemaritiman kita harus diperkuat. Luasnya lautan kita membuat potensi ancaman terhadap keamanan nasional menjadi semakin besar," sebut LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu menilai sistem keamanan yang terpadu secara sinergis dengan berbagai pihak terkait, terutama untuk operasi di pelabuhan-pelabuhan kecil yang sangat rawan dan minim peralatan pendeteksian harus diperkuat. Menurutnya, peralatan deteksi keamanan yang minim kerap kali dianggap sebagai celah oleh pihak-pihak yang ingin merusak pertahanan keamanan Indonesia melalui jalur laut.

"Lemahnya sistem cegah tangkal di beberapa pelabuhan karena peralatan minim membuat berbagai macam kejahatan laut kerap kali terjadi. Saya kira penting bagi pemerintah untuk memperhatikan hal ini dan memiliki komitmen besar untuk memperkuatnya," ungkap LaNyalla.

Ia menambahkan beberapa waktu lalu, dalam operasi Laut Interdiksi Terpadu di Pelabuhan Ujung Baru, Dermaga 103, Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, selama 12 hari petugas mencegah 122 kilogram narkoba masuk ke Indonesia. Selain itu, pengungkapan kasus narkoba juga dilakukan di kawasan Selat Sulawesi dan Selat Malaka.

(ega/ega)