3 Upaya Pemerintah Jaga Momentum Penurunan Kasus COVID-19

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 22:08 WIB
Menkominfo
Foto: Kominfo
Jakarta -

Penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia terus mengalami perkembangan positif. Bahkan pada 19 September 2021 lalu, Indonesia telah bebas dari zona merah. Meski demikian, pemerintah mengingatkan agar capaian ini perlu dijaga dengan meningkatkan upaya deteksi, terapeutik, dan vaksinasi.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menjelaskan pemerintah saat ini melakukan upaya deteksi dengan meningkatkan tes epidemiologi, dan meningkatkan rasio kontak erat. Pemerintah juga meningkatkan surveilans genomik di daerah yang berpotensi mengalami lonjakan kasus.

Sementara itu, upaya terapeutik dilakukan dengan mengkonversi tempat tidur rumah sakit untuk penanganan COVID-19, pemenuhan suplai oksigen dan alat kesehatan, dan meningkatkan ketersediaan SDM kesehatan. Dalam hal ini, pemerintah pun mengerahkan tenaga kesehatan cadangan, pengetatan syarat masuk RS, dan meningkatkan pemanfaatan isolasi terpusat.

"Begitu juga vaksinasi dengan penambahan alokasi vaksin pada daerah dengan kasus dan mobilitas tinggi, penambahan tempat sentra vaksinasi. Pemberlakuan syarat kartu vaksin untuk pelaku perjalanan dan penggunaan fasilitas publik, dan percepatan vaksinasi pada kelompok rentan, lansia dan orang dengan komorbid," ujar Johnny dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/9/2021).

Selain itu, Johnny menjelaskan pemerintah juga turut meningkatkan kesadaran masyarakat soal disiplin menerapkan protokol kesehatan selama PPKM, khususnya di pintu masuk Indonesia. Sebab, kelalaian prokes dapat menjadi pemicu peningkatan kasus ke depannya.

"Kelengahan dan ketidakpedulian sekecil apapun pasti menyebabkan peningkatan kasus dalam beberapa minggu ke depan," katanya.

Meski tak ada zona merah, Jhonny mengingatkan Indonesia masih dalam kondisi rentan. Hal ini mengingat masih banyak daerah yang berstatus zona oranye dan tingkat vaksinasi rendah.

Di sisi lain, Indonesia juga akan memasuki masa libur Natal dan Tahun Baru yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Beberapa negara tetangga saat ini juga tengah menghadapi varian baru COVID-19 dan gelombang kasus baru.

"Pemerintah minta masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan dan segera ikut vaksinasi, guna meminimalisasi ancaman gelombang selanjutnya. WHO atau Badan Kesehatan Dunia juga telah mengingatkan hal penurunan kasus tidak serta merta membuat Indonesia keluar dari bahaya penularan COVID-19. Jumlah kasus konfirmasi masih bertambah, jumlah angka kematian juga masih ada," pungkasnya.

(ncm/ega)