Round-Up

Kepentingan BEM SI Demo Saat Pandemi Dipertanyakan Faldo Maldini

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 21:36 WIB
Koordinator Pusat BEM SI, Nofrian Fadil Akbar. (Dok BEM SI)
Koordinator Pusat BEM SI, Nofrian Fadil Akbar. (Foto: dok BEM SI)
Jakarta -

Staf Khusus (Stafsus) Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Faldo Maldini, mempertanyakan kepentingan di balik rencana demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). Seperti diketahui, BEM SI mengultimatum Presiden Jokowi, jika tidak mengangkat 56 pegawai KPK yang tak lolos TWK menjadi ASN, BEM SI akan berunjuk rasa.

Faldo menyebutkan saat ini negara dalam perjalanan bangkit dari pandemi. Laju penularan COVID-19 sudah menurun.

"Yang ingin berkerumun, berarti tidak sayang sama tenaga kesehatan, tidak sayang sama keluarganya, tidak sayang dengan dirinya. Tidak sayang sama gerobak-gerobak ekonomi rakyat yang sudah mulai bergeliat. Jadi ini kepentingan siapa?" ucap Faldo saat dihubungi detikcom, Sabtu (25/9/2021).

Namun Faldo tak melarang BEM SI bersikap kritis. Dan Pemerintah, lanjut dia, juga akan menjawab kritik dengan penuh tanggung jawab.

"Yang penting tidak berkerumun. Angka COVID-19 sudah membaik, kerja tenaga kesehatan sudah optimal. Saat ini sudah bisa ambil napas sejenak, tukang gali makam dan ambulans berkurang bebannya. Jadi kita harus sama-sama waspada," kata Faldo.

Faldo memohon semua pihak menahan diri. Dia menyebut fokus pemerintah adalah mengeluarkan RI dari situasi pandemi.

"Kami memohon untuk menahan diri. Kita ingin keluar dari pandemi. Vaksinasi digenjot terus, tahun ini sudah cukup amunisi kita buat mencapai target. Kan ada prediksi varian-varian baru, itu yang hendak diantisipasi terus. Jadi sekali lagi, kami harap semuanya menjaga," ungkap Faldo.

Sebelumnya, Koordinator Pusat BEM SI Nofrian Fadil Akbar membenarkan rencana aksi demonstrasi pada 27 September besok, terkait dipecatnya para pegawai KPK yang tak lolos TWK. Aksi bakal terpusat Jakarta.

"Benar," ujar Koordinator Pusat BEM SI Nofrian Fadil Akbar ketika dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (24/9).

Simak isi ultimatum BEM SI ke Jokowi selengkapnya di halaman berikutnya.