Suara Mahasiswa

BEM SI Minta Jokowi Angkat 56 Pegawai Tak Lolos TWK Jadi ASN

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 12:07 WIB
Sejumlah mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demo meminta debat capres digelar di kampus.
Foto ilustrasi: Spanduk BEM SI (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Pada pengujung September nanti, 56 pegawai KPK yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) akan dipecat karena tidak memenuhi alih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) meminta Presiden Jokowi mengangkat 56 pegawai itu menjadi ASN.

Koordinator Pusat BEM SI Nofrian Fadil Akbar menyampaikan surat ultimatum terbuka kepada Presiden Jokowi, BEM SI berkolaborasi dengan GASAK (Gerakan Selamatkan KPK) menyampaikan surat ini pada 23 September dan memberi waktu 3x24 jam kepada Jokowi, kalau permintaan tidak dituruti Jokowi maka mereka akan turun ke jalan alias berdemonstrasi pada 27 September lusa.

Berikut adalah bunyi petikan surat itu, salinannya disampaikan Nofrian Fadil Akbar kepada wartawan, Jumat (24/9) kemarin:

PAK JOKOWI DIHARAPKAN KEBERPIHAKANNYA TERHADAP BANGSA DAN RAKYAT, BUKAN OLIGARKI! TOLONG DENGARKAN KERESAHAN INI! DAN BERTINDAKLAH SEBAGAI KESATRIA. INGAT KEMBALI JANJI-JANJI YANG PERNAH BAPAK LONTARKAN! MAKA KAMI ALIANSI BEM SELURUH INDONESIA DAN GASAK (GERAKAN SELAMATKAN KPK) MEMBERIKAN ULTIMATUM KEPADA PRESIDEN JOKOWI UNTUK BERPIHAK DAN MENGANGKAT 56 PEGAWAI KPK MENJADI ASN DALAM WAKTU 3X24 JAM, TERCATAT SEJAK HARI INI 23 SEPTEMBER 2021. JIKA BAPAK MASIH SAJA DIAM TIDAK BERGEMING. MAKA KAMI BERSAMA ELEMEN RAKYAT AKAN TURUN KE JALAN MENYAMPAIKAN ASPIRASI YANG RASIONAL UNTUK BAPAK REALISASIKAN.

Berikut adalah surat lengkap BEM SI dan GASAK kepada Presiden Jokowi: