Kebut Herd Immunity Jelang WSBK, NTB Kirim 305 Ribu Vaksin ke Lombok Tengah

Faruk Nickyrawi - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 19:23 WIB
365 Ribu Dosis Vaksin Sinovac kiriman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tiba di NTB
Sekitar 365 ribu dosis vaksin Sinovac kiriman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tiba di NTB. (Foto: dok. Polda NTB)
Mataram -

Kementerian Kesehatan menggelontorkan 365 ribu dosis vaksin Sinovac ke Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebanyak 305.560 dosis vaksin di antaranya akan didistribusikan ke Lombok Tengah (Loteng).

"Sudah didrop tadi sekitar 365 ribu vaksin. Akan kami dorong ke Lombok Tengah sekitar 305 ribu, sisanya dibagikan ke wilayah-wilayah lainnya di NTB," kata Kapolda NTB Irjen Mohammad Iqbal pada Sabtu (25/9).

Iqbal menuturkan pihaknya masih terus mempercepat vaksinasi COVID-19 terhadap warga Lombok Tengah agar tercapai target herd immunity sebelum ajang World Superbike (WSBK) pada November mendatang. Iqbal menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan.

"Prinsipnya, saya dan Danrem WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Pak Gubernur, dan perangkat lainnya, seperti tenaga kesehatan, akan membantu dalam mempercepat vaksinasi," ucap Iqbal.

Iqbal menegaskan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB akan berupaya menghabiskan 305.560 dosis vaksin itu dalam sepekan. "Kami sambut tantangan baru Kemenkes RI dengan 305.560 dosis vaksin untuk Lombok Tengah. Minggu depan kami habiskan," sambung dia.

Di kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda NTB Kombes Artanto menyampaikan target vaksinasi per hari di Lombok Tengah adalah 41.081. Artanto juga mengungkapkan sebelumnya NTB menerima 200 ribu dosis vaksin dari Kemenkes pada Senin (23/9) dan sudah didistribusikan sejumlah wilayah untuk mempercepat vaksinasi.

"Untuk menstimulus percepatan vaksinasi ini, Polda NTB mengerahkan seluruh kendaraan dan personelnya ke desa-desa yang jauh dari titik vaksinasi. Mereka dijemput, lalu setelah vaksin diantar kembali," jelas Artanto.

"Sekarang stigma masyarakat juga sudah berubah. Dulu masyarakat enggan menerima vaksin karena termakan hoax, tetapi sekarang mereka sangat antusias. Ibu-ibu sampai heboh, antusias dibonceng anggota pakai motor trail," imbuh Artanto.

(aud/aud)