Tingkatkan Komunikasi Satu Data, Kementan Raih Penghargaan dari BPS

Erika Dyah - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 13:27 WIB
Syahrul Yasin Limpo
Foto: Kementan
Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) mendapat anugerah mitra terbaik Badan Pusat Statistik 2021 dalam meningkatkan kinerja komunikasi satu data. Diketahui, penganugerahan ini merupakan rangkaian BPS Award serta peluncuran logo sensus pertanian 2023 (ST2023) sesuai standar internasional yang mengacu pada World Census of Agriculture 2020.

Dalam kesempatan ini, Kepala BPS Margo Yuwono mengucapkan selamat atas penghargaan BPS Award yang diraih Kementan di tahun 2021. Margo mengatakan Kementan adalah mitra terbaik bagi BPS yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan statistik di Indonesia.

Oleh karena itu, ia berharap kemitraan ini mampu memberi solusi terhadap bangsa Indonesia agar keluar dari krisis pandemi secara cepat.

"Sekali lagi selamat kepada Kementerian Pertanian atas kinerja komunikasi satu datanya. Tentu juga kami mengharapkan agar Kementerian memberikan alternatif alternatif solusi untuk membantu bangsa Indonesia keluar dari dampak pandemi," kata Margo dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/9/2021).

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengungkap penghargaan ini merupakan kado istimewa buat para petani dan pejuang pangan Indonesia yang telah bekerja keras menyediakan kebutuhan pangan secara cukup dan berkelanjutan. Ia menegaskan sektor pertanian adalah sumber kehidupan dan juga lapangan pekerjaan yang bisa memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

"Bisakah itu semua tanpa data? Tentu semua harus pakai data kan. Kalau begitu data statistik menjadi penting karena awal dari perencanaan semua keberhasilan itu harus dimulai dari data yang akurat dan benar," ujar Syahrul.

Menurutnya selama ini sektor pertanian menjadi tulang punggung dalam menggerakkan roda ekonomi desa, kabupaten, provinsi, bahkan sampai tingkat nasional. Ia menambahkan pertanian merupakan sektor yang telah teruji mampu tahan banting dari badai dan krisis pandemi COVID 19.

"Oleh karena itu bagi saya sebagai Menteri Pertanian, data itu sebagai sumber informasi yang tidak boleh terakrobatis atau bias dari kepentingan-kepentingan yang ada. Data tidak boleh salah karena data menentukan arah sebuah kebijakan. Oleh karena itu siapa pun pemangku kepentingan terhadap data statistik harus bisa menjadikan konsolidasi konsepsi untuk kita bersama," pungkasnya.

Sebagai informasi, sensus pertanian 2023 (ST2023) adalah sensus pertanian ketujuh yang dilaksanakan BPS. Sensus ini sudah menggunakan terobosan teknologi seperti penggunaan Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) dan Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) untuk kali pertama dalam sejarah sensus pertanian Indonesia.

(mul/mul)