Usai Kunjungan Andre Rosiade-Kepala Daerah, Erick Turunkan Tim ke Sumbar

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 11:53 WIB
Andre Rosiade-Kepala Daerah
Foto: Tim Andre Rosiade
Jakarta -

Pertemuan sejumlah kepala daerah di Sumbar dengan Menteri BUMN Erick Thohir yang diprakarsai anggota DPR RI Andre Rosiade pada 30 Maret 2021 lalu membuahkan hasil. Tim Kementerian BUMN melalui Project Management Office (PMO) Pariwisata Sumbar Iswandi Said langsung melakukan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata di Sumbar selama tiga hari terakhir.

"Kami berterima kasih kepada Pak Erick Thohir, serta para direksi BUMN yang mau turut membantu membangun pariwisata Sumbar. Juga kepada Pak Iswandi selaku PMO Pariwisata di Sumbar. Semoga perekonomian Sumbar bisa lebih baik dengan adanya program ini. Terima kasih juga kepada Kadis Pariwisata Sumbar yang juga merespons dengan baik," kata Anggota Komisi VI DPR RI itu dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/9/2021).

Project Management Office (PMO) Pariwisata Sumbar Iswandi Said mengakui terbentuknya PMO ini berkat kunjungan beberapa kepala daerah dari Sumbar bersama Andre Rosiade.

"Kami sangat berterima kasih kepada Pak Andre Rosiade yang menginisiasi pertemuan Pak Menteri dengan kepala daerah di Sumbar. Dari sanalah lahir PMO ini. Kami dari BUMN bisa berpartisipasi membangun perekonomian Sumbar di tengah pandemi COVID-19 ini," katanya.

Iswandi menyebut program bundling paket pariwisata Sumbar ini akan melibatkan banyak UMKM. Sebab PMO ini adalah sinergi BUMN dengan semua Pemerintahan Daerah (Pemda) yang ada di Sumbar, apalagi didukung Dinas Pariwisata.

"Kita tidak bisa lagi berwisata dengan cara lama, karena harus peka terhadap protokol kesehatan," imbuh Iswandi yang juga Direktur Utama Hotel Indonesia Natour, Jumat (24/9) saat berkunjung ke Sawahlunto dan Solok.

Menurut Iswandi, saat kepala daerah datang, mereka berdiskusi tentang apa yang bisa dilakukan oleh BUMN, dan apa yang bisa dikerjasamakan untuk pemulihan ekonomi melalui pariwisata.

"Berangkat dari situ Pak Erick menceritakan kepada dua Wakil Menteri BUMN, Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo serta beberapa direksi BUMN. Mencoba mengkaji, apa yang bisa dilakukan untuk Sumbar," sebut Iswandi didampingi Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial.

Saat itu, katanya, secara spontan Wamen BUMN Kartika meminta Iswandi menjadi ketua PMO Pariwisata Sumbar. "Tentu ini suatu penugasan kehormatan bagi saya sebagai putra daerah. Karena juga bisa membuat legacy (warisan) untuk saya sebagai orang Sumbar," ucapnya.

Beberapa pekan setelah SK PMO keluar, katanya, dibuatlah tiga sub tim PMO Pariwisata Sumbar. Pertama, subtim perekonomian pariwisata Sumbar, subtim optimalisasi aset-aset BUMN di Sumbar dan sub tim legalitas.

"Karena ada beberapa aset yang perlu diselesaikan legalitasnya, khususnya di Sawahlunto," katanya yang menyebut PMO Pariwisata Sumbar memiliki waktu kerja sampai 31 Desember 2021.

Iswandi memastikan tim sudah bekerja sejak Agustus dengan sub tim kecil pariwisata mencoba membuat bundling (paket bersama) pariwisata. Setelah didiskusikan dengan Kadis Pariwisata Sumbar, didapat 19 destinasi wisata. Akhirnya dijadikan lima destinasi super prioritas yaitu Mandeh di Pessel, Sawahlunto, Bukittinggi, Payakumbuh dan Pariaman.

"Dari sini kita sudah melahirkan dua paket bundling yang hari ini sudah diselesaikan kunjungan 4 hari 3 malam di Sumbar. Tim PMO ini sudah lebih besar lagi. Kami juga sudah undang ketiga sub tim. Sudah diskusi dan dua hari terakhir sudah kunjungan ke destinasi," ungkapnya.

Untuk memaksimalkan kunjungan, katanya, tim dibagi dua, mulai Sawahlunto, Gunung Talang sampai Danau Kembar Solok dan satu lagi ke Bukittinggi, Lembah Harau, Kelok 9.

"Sebelum berangkat, kami berkumpul di Indarung 1 di Padang. Ternyata ini heritage yang layak diangkat. Sebagai pabrik semen pertama, terbesar di Asia Tenggara 1910. Ini bisa dijadikan wisata heritage juga. Menunjukkan, industri telah berlangsung di Sumbar sejak 100 tahun yang lalu," katanya.

Menurut Iswandi, setelah mendapatkan banyak data dan merangkumnya, tim akan kembali ke Jakarta. Dijadwalkan, pada hari ulang tahun Kota Sawahlunto 1 Desember 2021 PT KAI (Kereta Api Indonesia) sudah bisa mengoperasikan kereta wisata dari Sawahlunto ke Muaro Kalaban. Selanjutnya tim aset sudah melakukan kajian, apa saja aset yang sudah bisa dioptimalisasi. Mengubah fungsi untuk meningkatkan manfaatnya, seperti bangunan yang diubah jadi hotel, restoran dan lainnya.

"Untuk menambah destinasi wisata internasional di Sumbar, diharapkan 1 Desember 2021, PMO Pariwisata sudah bisa memberikan program kerja yang dikaitkan dengan kalender event Sumbar. Jadi pada 2022 kita sudah punya Calender of Event Sumbar yang bersinergi dengan BUMN," jelasnya.

Disebutkannya, PMO terdiri sejumlah BUMN seperti PT Semen Padang, PT Bukit Asam, PT KAI, Pelindo II, Angkasa Pura II dan Hotel Indonesia Natour. Tugasnya mem-bundling paket wisata yang menarik, baik keluarga, edukasi atau bisnis lain.

"Wisata Sumbar selain untuk tujuan leisure atau waktu senggang, juga untuk pendidikan, sampai MICE (meetings, incentives, conferencing, exhibitions) dan kegiatan kongres lainnya. Fasilitas hotel di Padang sudah mencukupi. Bahkan bisa menampung 3 ribu orang," katanya.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Sumbar Novrial Rajo Mangkuto menyebut PMO Pariwisata ini sangat membantu Pemprov Sumbar memulihkan ekonomi dari sektor wisata. Apalagi biasanya, pariwisata benar-benar hanya didorong, diinisiasi oleh Dinas Pariwisata saja.

"Sekarang ada Kementerian BUMN yang membantu, karena ada kepentingan BUMN yang sejalan dengan kita. BUMN bangun hotel, kita butuh hotel. BUMN hidupkan rel KA, kita butuh daya tarik ikonik perjalanan eksklusif, Pemko Sawahlunto butuh lahan, sementara BUMN ada lahan yang bisa dipakai," katanya.

Dia menyebut target jangka Panjang program ini, bisa menghidupkan kereta api kembali. Target jangka menengah, menghidupkan aset, serta target jangka pendek secepatnya membangun kembali industri pariwisata.

"Karena itu ada paket bundling pariwisata, mulai dari pesawat, hotel dan jalur kereta api. Tim BUMN sedang melakukan farm trip, yang menarik, ada ide dari Andre Rosiade menjadikan Indarung 1 jadi heritage," pungkasnya.

(mul/ega)