Vaksinasi Pencari Suaka di DKI Mulai Digulirkan, Target 7 Ribu Orang

Tiara Aliya Azahra - detikNews
Sabtu, 25 Sep 2021 02:42 WIB
The hands in blue glove of the scientist hold the processor
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Alernon77)
Jakarta -

Program vaksinasi bagi pencari suaka di Jakarta telah bergulir. Dinas Kesehatan DKI Jakarta menuturkan, program ini menyasar sekitar 7 ribu pencari suaka yang bermukim di Jakarta.

"Itu (vaksinasi) sudah dilakukan. Di Jakarta diperkirakan ada 7 ribuan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia saat dihubungi, Jumat malam (24/9/2021).

Dwi menjelaskan alokasi vaksin COVID-19 berasal dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan CSR. Vaksin tersebut disalurkan melalui pemerintah pusat ke Pemprov DKI. Kegiatan vaksinasi sudah dimulai sejak awal September.

Pemprov DKI juga berkoordinasi dengan UNHCR untuk pendataan pencari suaka.

"Persiapannya cukup panjang dari dua bulan kita rapat dengan kementerian kesehatan, UNHCR dan lainnya. Jadi sudah dalam beberapa kali rapat, sudah difasilitasi untuk sudah dicatat ke dalam pcare (vaksin), jadi bisa tercatat vaksinnya," jelasnya.

Dwi berujar, program vaksinasi ini tak dilakukan secara rutin. Sistemnya adalah menunggu data dari UNHCR baru dijadwalkan gelaran vaksinasi COVID-19.

"Tergantung kesiapan hasil validasi, verifikasi oleh UNHCR dan International Organization of Migration (IOM). Kemudian baru dijadwalkan di tanggal tempat tertentu," ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya menyiapkan regulasi untuk bisa memberikan vaksinasi Corona ke WNA di Jakarta. Pengungsi WNA di Jakarta juga bisa divaksinasi Corona.

"Sedang dalam proses finalisasi. Nanti, begitu final, kami akan umumkan. Tapi betul kami mengikhtiarkan untuk bisa memberikan vaksin kepada semua, baik yang berstatus sebagai tenaga kerja maupun yang berstatus sebagai pengungsi. Kami akan umumkan sesudah final. Tapi insyaallah tidak lama lagi akan ada finalisasinya sehingga mereka bisa tervaksin juga," kata Anies kepada wartawan, Selasa (24/8).

(lir/lir)