Serbuan Vaksin TNI AU Sasar Anak Usia Sekolah di DIY demi Dukung PTM

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 16:01 WIB
Serbuan vaksinasi TNI AU di Yogyakarta yang menyasar anak usia sekolah sudah memasuki hari ketiga. Kegiatan ini untuk mendukung pembelajaran tatap muka (dok Dispenau)
Foto: Serbuan vaksinasi TNI AU di Yogyakarta yang menyasar anak usia sekolah sudah memasuki hari ketiga (dok Dispenau)
Jakarta -

Serbuan vaksinasi TNI AU di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menyasar anak usia sekolah sudah memasuki hari ketiga. Kegiatan ini untuk mendukung pembelajaran tatap muka (PTM) di DIY.

Kedispenau Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengatakan vaksinasi COVID-19 diberikan kepada para siswa agar meningkatkan kekebalan tubuh.

"Serbuan vaksinasi ini menyasar usia 12 sampai 17 tahun, terutama siswa SMP dan SMA. Sehingga mereka bisa lebih aman dan nyaman saat menjalani pembelajaran tatap muka," ujar Marsma Indan, Sabtu (24/9/2021).

Serbuan vaksinasi TNI AU di Yogyakarta yang menyasar anak usia sekolah sudah memasuki hari ketiga. Kegiatan ini untuk mendukung pembelajaran tatap muka (dok Dispenau) Kegiatan ini untuk mendukung pembelajaran tatap muka (dok Dispenau)

Untuk memudahkan anak-anak usia sekolah mendapatkan vaksin, TNI AU menyediakan kendaraan bus dan truk untuk antar-jemput dari sekolah ke lokasi vaksinasi TNI AU.

Serbuan vaksinasi TNI AU yang digelar di lapangan terbang Gading dan bandara Yogyakarta Internasional Airport.

Serbuan vaksinasi TNI AU di Yogyakarta yang menyasar anak usia sekolah sudah memasuki hari ketiga. Kegiatan ini untuk mendukung pembelajaran tatap muka (dok Dispenau)TNI AU menyediakan kendaraan bus dan truk untuk antar-jemput dari sekolah ke lokasi vaksinasi TNI AU (dok Dispenau)

Anak usia 12-17 tahun menjadi prioritas penerima vaksin Corona. Selain itu, serbuan vaksin juga menargetkan warga masyarakat Yogyakarta lainnya, khususnya yang belum mendapatkan vaksin dosis kedua.

Selama empat hari pelaksanaan serbuan vaksinasi ini, TNI AU menargatkan 26.000 dosis kedua, yang didukung oleh 105 tenaga kesehatan sebagai vaksinator.

(jbr/rfs)