Anak Nia Daniaty Dipolisikan Dugaan Penipuan CPNS, Korban Ada 225 Orang

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 17:03 WIB
Korban laporkan anak Nia Daniaty terkait dugaan penipuan CPNS di Polda Metro Jaya
Korban melaporkan anak Nia Daniaty terkait dugaan penipuan CPNS di Polda Metro Jaya. (Yogi/detikcom)
Jakarta -

Anak penyanyi Nia Daniaty, Olivia Nathania atau Olly, dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan kasus penipuan CPNS. Olivia diduga telah menipu 225 orang.

"Total korban ada 225 orang," kata pengacara pihak korban, Odie Hodianto, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/9/2021).

"Orang tua Olly mantan penyanyi lawas dan pernah bersuamikan pengacara, inisial ND, dan untuk ibunya lagunya populer (berjudul) 'Gelas Kaca'," kata Odie menyebutkan soal identitas terlapor.

Odie menyebut penipuan terjadi pada 2019. Selain Olivia, suaminya bernama Rafly N Tilaar atau Raf juga dilaporkan.

Janjikan Lolos CPNS Tanpa Tes

Odie menyebut Olivia melakukan aksinya dengan dalih bisa meloloskan warga menjadi PNS tanpa melalui tes. Terlapor menjanjikan para korban itu nantinya bisa menjadi PNS lewat jalur prestasi hingga menggantikan PNS yang meninggal karena COVID-19.

"Mereka (terlapor) awal sampaikan ada peluang PNS lewat jalur prestasi atau mereka satu yang diberhentikan tidak hormat dan meninggal karena COVID-19. Itu buat mereka tertarik kasih uang ke Olly dan Raf," tutur Odie.

Salah satu korban bernama Agustin menceritakan awal mula kena tipu. Agustin mengaku sebagai guru Olivia di bangku SMA.

Agustin menyebut saat itu Olivia meneleponnya pada 2019 dan menawarkan jasa terkait tes CPNS. Olivia, kata Agustin, menjanjikan bisa meloloskan keluarganya menjadi PNS.

"Malam hari dia chat saya tawarkan, 'Bu ada nggak yang mau masuk CPNS?' Saya bilang ada anak saya, bukan orang lain. Kata dia bisa karena sudah 4 tahun bawa ini. Saya juga tidak ada curiga apa pun karena bagaimanapun dia murid saya," tutur Agustin.

Simak kerugian para korban di halaman selanjutnya

Simak juga Video: Pedagang Sayur di Cianjur Dicokok Polisi Gegara Ngaku Polisi-Peras Warga

[Gambas:Video 20detik]