BPBD DKI Ungkap Instruksi Anies Terkait Banjir Jelang Musim Hujan

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 20:35 WIB
poster
Ilustasi banjir (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto, menggelar rapat terkait banjir menjelang musim hujan. Sabdo mengungkap instruksi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal penanganan banjir.

"Insyaallah dengan adanya mitigasi daerah rawan banjir, pengerukan kali dan waduk itu adalah bagian mitigasi. Adanya air tergenang akan berkurang dengan KPI (key performance indicator) yang diharapkan Pak Gubernur tadi kurang dari 6 jam, kecuali hujan ekstrem ya, karena kita punya drainase itu hanya 100 mm hujan," kata Sabdo di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (23/9/2021).

Sabdo mengatakan perhitungan air surut dimulai sejak hujan berhenti. Dia mengatakan Pemprov DKI terus berupaya mencegah banjir dengan pengerukan sungai dan waduk.

"Kita menghadapi musim hujan sudah rutin, artinya kita punya pengalaman. Kalau 2020 seperti itu, 2021 kan lebih baik. Mudah-mudahan ini lebih baik. Tapi kita lihat dengan perubahan iklim saat ini yang memang menurut BMKG itu di bulan Januari dan Februari itu puncak musim hujan. Teman-teman SPKD arahan pimpinan betul-betul kita bekerja, kolaborasi melakukan mitigasi struktural dan nonstruktural," jelasnya.

Sabdo mengaku yakin mitigasi banjir bisa mengurangi risiko korban jiwa. Dia mengatakan DKI siap jika terjadi bencana di musim hujan.

"Artinya mengurangi adanya korban jiwa dan recovery percepatan sesuai arahan Pak Gubernur. Prinsipnya DKI siaga tanggap musim hujan," terangnya.

DKI Siagakan Pompa Air-Bangun Sumur Resapan

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Yusmada Faizal mengatakan ratusan pompa air telah disiagakan di sejumlah titik rawan banjir. Dia mengatakan ada 180 unit pompa stasioner dan 327 pompa mobile.

"Pompa stasioner ada di 180 lokasi, jumlah pompa 495 unit. Lalu pompa mobile 327 pompa, pompa mobile itu ada yang di pintu air," ujarnya.

Dia juga mengatakan pembangunan sumur resapan terus dikebut. Yusmada menargetkan ada 40 ribu sumur resapan yang dibangun pada 2021.

"Harapannya sekitar 40.000 titik setara sumur dangkal, rencananya sampai dengan tahun ini," imbuhnya.