BPBD DKI Ungkap Instruksi Anies Terkait Banjir Jelang Musim Hujan

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 20:35 WIB
poster
Ilustasi banjir (Edi Wahyono/detikcom)

Sebelumnya, BMKG menyatakan Indonesia akan memasuki masa pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. BMKG mewanti-wanti seluruh masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem.

"Cuaca ekstrem berpotensi besar terjadi selama musim peralihan. Mulai dari hujan disertai petir dan angin kencang serta hujan es," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan tertulis, Rabu (22/9).

Dwikorita mengatakan arah angin bertiup sangat bervariasi sehingga mengakibatkan kondisi cuaca bisa dengan tiba-tiba berubah dari panas ke hujan atau sebaliknya. Namun, secara umum biasanya cuaca di pagi hari cerah, kemudian siang hari mulai tumbuh awan, dan hujan menjelang sore hari atau malam.

Dwikorita menyebut awan cumulonimbus (CB) biasanya tumbuh di saat pagi menjelang siang, bentuknya seperti bunga kol, warnanya keabu-abuan dengan tepian yang jelas. Namun, menjelang sore hari, lanjut Dwikorita, awan ini akan berubah menjadi gelap yang kemudian dapat menyebabkan hujan, petir, dan angin.

"Curah hujan dapat menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir bandang dan tanah longsor. Karenanya, kepada masyarakat yang tinggal didaerah perbukitan yang rawan longsor, kami mengimbau untuk waspada dan berhati-hati," tuturnya.


(haf/haf)