Motif Perampok Sadis yang Lukai Ibu-ibu di Jaksel: Terlilit Utang

Nahda Rizki Utami - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 20:14 WIB
Polisi tangkap pelaku perampokan sadis di Cipulir, Jaksel
Polisi tangkap pelaku perampokan sadis di Cipulir, Jaksel. (Nahda/detikcom)
Jakarta -

Polisi menangkap pria inisial MT (37), pelaku perampokan sadis yang melukai ibu-ibu di Cipulir, Jakarta Selatan. Kepada polisi, pelaku mengaku merampok karena terlilit utang.

"Sehari-harinya kegiatannya seperti itu dan mengaku bahwa dia melakukan kejahatan tersebut karena utang kepada temannya," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah kepada wartawan di Jakarta Selatan, Kamis (23/9/2021).

Azis juga menjelaskan pelaku sudah beberapa kali melakukan aksi kejahatan tapi belum pernah tertangkap. Pelaku melakukan aksinya seorang diri.

Pelaku juga tidak memiliki target khusus untuk menjalankan aksinya. Pelaku mengincar target yang terlihat membawa handphone atau barang berharga.

"Pelaku seorang diri ya. Dia berkeliaran di sekitar TKP memang sengaja untuk mencari korban namun korbannya bukan target khusus, namun random. Siapa pun yang membawa barang yang diduga berharga dia akan melakukan kejahatan tersebut," tambahnya.

Sampai saat ini korban dari peristiwa perampokan sadis itu masih mendapatkan perawatan lantaran luka yang diderita belum pulih. Korban diketahui mengalami luka-luka akibat sabetan senjata tajam pelaku.

"Korban masih perawatan ya karena luka jahitannya belum selesai. Belum sembuh, belum kering," ungkap Azis.

Diketahui sebelumnya peristiwa perampokan sadis itu terjadi pada Kamis (16/9) malam di sebuah gang Jalan SD Cipulir RT 007 RW 01, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Korban, Titing (41), yang sedang berjalan kaki, diikuti pelaku dari belakang. Tiba-tiba pelaku mendekati korban dan menyerang korban dengan senjata tajam. Korban terjatuh, lalu pelaku merampas ponsel milik korban dan melarikan diri.

Pelaku ditangkap polisi pada Selasa (21/9) di kampung halamannya di Bangkalan, Madura. Pelaku saat ini ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan.

(mea/mea)