Sidang Umum PBB, Simak Lagi 4 Poin Penting Pidato Jokowi

Arinta Putri Anggraini - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 14:56 WIB
In this photo taken from video and shown at United Nations headquarters, Indonesias President Joko Widodo remotely addresses the 76th session of the U.N. General Assembly in a pre-recorded message, Wednesday, Sept. 22, 2021. (UN Web TV via AP)
Sidang Umum PBB, Simak Lagi 4 Poin Penting Pidato Jokowi (Foto: AP/United Nations)
Jakarta -

Sidang umum PBB ke-76 jadi informasi yang banyak dicari tahu masyarakat. Terlebih pada hari ini (23/9/2021), Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut hadir menyampaikan pidatonya dan mengangkat sejumlah isu.

Salah satu isu yang dibahas Jokowi adalah mengenai penanganan pandemi COVID-19 di seluruh negara. Tidak hanya itu, Jokowi juga menyinggung isu soal minoritas dan hak-hak perempuan.

Lantas, apa saja poin penting yang disampaikan Jokowi dalam pidatonya tersebut? Simak ulasannya berikut ini.


Sidang Umum PBB: Jokowi Soroti Politisasi-Diskriminasi Vaksin COVID-19

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengajak semua negara untuk saling bekerja sama dalam menangani pandemi COVID-19. Dia berharap penanganan pandemi dapat dilakukan secara merata di seluruh negara.

"Mengingat perkembangan global saat ini, ada banyak hal yang perlu kita lakukan bersama. pertama, kita harus membawa harapan bahwa kita bisa mengatasi pandemi COVID-19 dengan cerdas, adil dan merata. Kita tahu bahwa tidak ada yang aman sampai semua orang aman," katanya.

Kemudian, Jokowi menyoroti soal kecepatan dan capaian vaksinasi yang berbeda di tiap negara. Dia mengatakan masih ada politisasi dan diskriminasi terkait vaksin.

"Kapasitas dan kecepatan antarnegara dalam menangani COVID-19, termasuk dalam vaksinasi, sangat berbeda. Politisasi dan diskriminasi terhadap vaksin terus berlangsung. Kita harus menyelesaikan masalah ini dengan langkah-langkah konkret," tegasnya.

Jokowi mengatakan penataan ulang keamanan kesehatan global ini sangat diperlukan. Mulai dari kriteria vaksin, obat-obatan, hingga peralatan medis agar terwujud pemerataan kesehatan.

"Di masa depan, kita harus menata ulang arsitektur keamanan kesehatan global. Mekanisme baru diperlukan untuk memobilisasi sumber daya kesehatan global, yang meliputi pembiayaan, vaksin, obat-obatan, peralatan medis, serta petugas kesehatan di seluruh dunia, secara cepat dan adil," kata Jokowi.

"Kita perlu menetapkan standar protokol kesehatan global dalam kegiatan lintas batas, seperti kriteria vaksin, hasil tes, dan kondisi medis lainnya," tambahnya.


Sidang Umum PBB: Jokowi Singgung soal Pemulihan Ekonomi Global

Presiden Jokowi juga menyinggung soal pemulihan ekonomi global dalam lanjutan pidatonya. Dia menyebut bahwa pemulihan ekonomi global dapat tercapai apabila pandemi dikendalikan dengan baik.

"Pemulihan ekonomi global hanya dapat dicapai jika pandemi terkendali, dan negara-negara bergandengan tangan saling membantu. Indonesia, bersama dengan negara berkembang lainnya, merangkul investasi yang berkualitas yang membuka banyak kesempatan kerja, alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan berkontribusi pada keberlanjutan," ungkapnya.

Sidang Umum PBB: Penegakan Hak-hak Perempuan dan Minoritas

Presiden Jokowi juga mengangkat isu tentang memerangi intoleransi hingga perang. Jokowi menyinggung soal hak-hak perempuan di negara konflik.

"Kita harus tegas dalam memerangi intoleransi, konflik, terorisme, dan perang. Perdamaian dalam keragaman dan perlindungan hak-hak perempuan dan minoritas harus ditegakkan," kata Jokowi.

Jokowi menyebut kekhawatirannya soal marginalisasi perempuan di Afghanistan dan negara konflik lainnya, seperti di Palestina dan Myanmar. Dia meminta semua negara bisa bekerja sama mengatasi konflik tersebut.

"Kekhawatiran tentang marginalisasi perempuan dan kekerasan di Afghanistan, kemerdekaan Palestina yang sulit dipahami, dan krisis politik di Myanmar, harus menjadi agenda bersama kita," ujar Jokowi.

"Para pemimpin ASEAN bertemu di Jakarta dan menyepakati lima poin konsensus yang pelaksanaannya membutuhkan komitmen penuh dari militer Myanmar," tambahnya.

Lebih lanjut, Jokowi berharap seluruh negara dunia bisa bekerja sama menyelesaikan segala bentuk konflik yang ada. Dia mengatakan bahwa masyarakat dunia saat ini membutuhkan langkah nyata demi masa depan dunia.

"Harapan besar masyarakat global harus dipenuhi dengan langkah nyata dan hasil nyata. Tanggung jawab ini ada di pundak kita, komunitas global menunggu adalah tugas kita untuk memberikan harapan bagi masa depan dunia," jelasnya.

Poin penting pidato Jokowi di Sidang Umum PBB ke-76 dapat dilihat di halaman selanjutnya.