Gerindra Ungkap 6 Sekolah di Jakarta Setop PTM karena Kasus Corona

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 14:36 WIB
Sebanyak 610 sekolah di Jakarta memulai sekolah tatap muka, salah satunya SDN 09 Pondok Kelapa. Para siswa pun menyambutnya dengan antusias.
Ilustrasi sekolah tatap muka di Jakarta (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Ketua F-Gerindra DPRD DKI Rani Mauliani mengungkap sejumlah sekolah di Jakarta yang memberhentikan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) karena ada kasus positif Corona. Ada tujuh sekolah yang memberhentikan PTM, enam di antaranya karena temuan kasus COVID-19.

"Sebanyak 7 sekolah yang diberlakukan penutupan sementara, 6 di antaranya dikarenakan ditemukan kasus positif dan 1 sekolah ditutup karena pelanggaran protokol kesehatan," kata Rani kepada wartawan, Kamis (23/9/2021).

Dia menyebut informasi itu didapat dari evaluasi PTM terbatas Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Data per 22 September 2021 menyebutkan 7 sekolah ditutup sementara.

Rani mengatakan Disdik DKI segera melakukan pelacakan kontak terhadap 6 sekolah yang ada temuan kasus positif Corona. Hasilnya, dua siswa di satu sekolah positif virus Corona.

"Dari 6 sekolah yang ditemukan kasus positif, hanya 1 sekolah yang hasil tracing terdapat 2 murid yang positif dan 5 sekolah lainnya seluruh hasil tracing menunjukkan hasil negatif," ujarnya.

Rani mendesak Disdik DKI agar segera melakukan investigasi lanjutan soal kasus Corona di sekolah. Apalagi data Kemendikbud menyebutkan ada 25 klaster PTM di Jakarta.

"Kita berharap memang harus ada keterbukaan dalam setiap kasus yang ada di sekolah-sekolah, karena ini menyangkut hal nyawa anak-anak. Tapi kita juga harus berprasangka baik kepada Disdik yang tidak mungkin ceroboh dalam hal ini karena terkait pastinya ada kredibilitas yang dijaga," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, situs Kemendikbud membeberkan data ada 25 klaster saat pembelajaran tatap muka (PTM) digelar di Jakarta. Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan menyisir daftar sekolah yang melaporkan temuan klaster COVID-19.

"Kami koordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI untuk menyisir sekolah-sekolah ini karena data 25 sekolah kami belum ada data rinci. Datanya belum dapat," kata Kepala Bidang SMP-SMA Dinas Pendidikan DKI Jakarta Putoyo.

Putoyo menyebut uji coba PTM di Jakarta mulai digelar sejak April 2021, kemudian dilanjutkan pada Juli 2021, sebelum akhirnya diberhentikan karena PPKM darurat. Setelahnya, PTM kembali dilaksanakan pada 30 Agustus 2021.

Selama periode tersebut, Putoyo menyampaikan bahwa Disdik DKI belum menemukan adanya klaster COVID di sekolah. Untuk itu, pihaknya perlu memverifikasi kebenaran data tersebut.

"Nggak ada, belum ada klaster di sekolah. Ini kan survei Kemendikbud. Kami akan mencoba dengan Kemendikbud untuk melihat sekolah-sekolah mana yang dinyatakan seperti itu," sambungnya.

Putoyo memastikan jika ada temuan kasus positif Corona di lingkungan sekolah, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Satgas setempat untuk melakukan tracing.

(idn/idn)