Sanca Batik 9 Meter Dilepas ke Hutan Lantaran Bikin Warga Bergidik

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 22:33 WIB
Ular piton 9 meter yang gegerkan warga Riau
Ular piton 9 meter yang menggegerkan warga Riau. (Foto: Balai BKSDA Riau)
Jakarta -

Balai Besar KSDA Riau melepasliarkan lagi ular piton sepanjang 9 meter yang berusia 30 tahun ke hutan di Riau. Piton seberat 120 kg itu sebelumnya ditangkap oleh warga di area kebun sawit daerah Pelalawan.

"Kemarin Balai Besar KSDA Riau menerima seekor ular sanca batik (Python reticulatus) hasil rescue warga. Lokasi rescue di kebun sawit Desa Sungai Buluh, Pelalawan," ucap Kepala Balai BKSDA Riau Hartono kepada detikcom, Rabu (22/9/2021).

Hartono mengatakan ular piton tersebut berjenis kelamin betina dengan berat 120 kg. Untuk panjangnya lebih dari 9 meter.

"Ular ini diperkirakan berumur lebih dari 30 tahun. Ular ini awalnya akan dibunuh sama warga karena ketakutan, mengingat ukuran cukup besar," katanya.

Ular piton sendiri ditemukan warga yang akan mengerjakan perkebunan. Ular itu tiba-tiba muncul dan membuat warga ketakutan.

Warga bernama Amar yang dikenal pencinta reptil mendapat kabar. Ia berinisiatif memindahkan ular ke alamnya yang jauh dari keramaian penduduk dan diserahkan lebih dahulu ke Balai Besar KSDA Riau.

Ular piton yang ditangkap warga di kebun sawit Riau dilepasliarkan ke hutan. Beratnya yang capai 120 kg membuat ular itu diangkut 5 orang saat akan dilepaskan.Ular piton yang ditangkap warga di kebun sawit Riau dilepasliarkan ke hutan. Beratnya yang mencapai 120 kg membuat ular itu diangkut 5 orang saat akan dilepaskan. (Foto: Dok Balai BKSDA Riau)

Setelah menerima satwa, Balai Besar KSDA Riau langsung melepasliarkan di habitatnya, yaitu di kawasan konservasi yang jauh dari permukiman penduduk. Bahkan tim harus menempuh perjalanan masuk ke kawasan dengan berjalan kaki menyusuri sungai dan perbukitan sekitar 1 jam untuk pelepasliaran.

"Saat ini ular sanca batik salah satu satwa dengan status kategori tidak dilindungi. Namun dalam perjanjian internasional tentang spesimen tumbuhan dan satwa liar yang mengakibatkan kelestarian spesies tersebut terancam (CITES), jenis ular ini masuk dalam kategori appendix II, yaitu spesies yang tidak terancam kepunahan, tetapi mungkin terancam punah bila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan," katanya.

Ular piton 9 meter yang gegerkan warga RiauUlar piton 9 meter yang menggegerkan warga Riau. (Foto: Balai BKSDA Riau)

(yld/yld)