Pemerintah Diminta buat Inovasi Masker Ramah Lingkungan

Eqqi Syahputra - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 17:18 WIB
Pemerintah Diminta buat Inovasi Masker Ramah Lingkungan
Foto: Dok. DPD
Jakarta -

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendorong pemerintah melalui badan riset, untuk membuat inovasi masker ramah lingkungan. Menurutnya, pada masa pandemi COVID-19, masker menjadi kebutuhan dasar masyarakat untuk digunakan sehari-hari. Pasalnya, limbah yang dihasilkan dari masker saat ini belum tertangani dengan baik.

"Karena penggunaannya yang terus meningkat, masker pada akhirnya mencemari lingkungan. Saya kira pemerintah perlu mendorong inovasi teknologi masker ramah lingkungan," kata La Nyalla dalam keterangan tertulis, Rabu (22/9/2021).

Menurut La Nyalla, pandemi COVID-19 tak hanya berdampak pada sektor kesehatan dan ekonomi yang nyaris kolaps, namun juga berdampak serius terhadap pencemaran lingkungan hidup, khususnya dari sampah medis.

La Nyalla menuturkan berdasarkan studi yang dilakukan University of Southern Denmark, diperkirakan sekitar 129 miliar masker dibuang setiap bulan. Menurut laporan Ocean Asia tahun 2020, sebanyak 1,6 miliar sampah masker global berakhir di lautan. Jumlah ini setara 5,5 ribu ton sampah plastik dan setara 7 persen pusaran sampah Pasifik. Di perairan Mediterania, masker sekali pakai ini menjerat hewan laut dan membunuhnya.

"Mengapa hal itu terjadi? Karena pemakaian masker yang dibuang tanpa dilakukan pengolahan. Tentu hal ini dapat merusak lingkungan hidup pada jangka panjang," tambah La Nyalla.

Lebih lanjut, La Nyalla mengungkapkan selain inovasi teknologi masker ramah lingkungan, solusi jangka pendek untuk mengatasi problematika sampah masker juga diperlukan, yakni tempat sampah khusus masker sekali pakai, beserta dengan tempat pengumpulan dan pembuangannya.

"Selain itu diupayakan masyarakat menggunakan masker yang dapat digunakan kembali, selain upaya membuat inovasi masker sekali pakai yang ramah lingkungan tadi itu," ucap La Nyalla.

Untuk itu, Senator asal Jawa Timur ini mengapresiasi Kampus ITS yang merancang Zero Mask Waste Box untuk menekan permasalahan limbah masker. Ia menambahkan, teknologi tersebut dirancang sebagai tempat sampah pengolahan limbah masker sekali pakai dan dapat mengurangi peningkatan risiko penularan COVID-19.

La Nyalla menilai Pemerintah perlu menggencarkan sosialisasi mengenai panduan pengolahan sampah masker. Hal itu bertujuan agar masyarakat memiliki tata cara yang benar dalam membuang limbah masker yang sudah tidak digunakan.

"Berdayakan pos-pos pelayanan kesehatan, posyandu, kantor RT-RW dan kelurahan serta tempat publik lainnya agar dapat membangun kesadaran masyarakat membuang dan mengolah sampah masker sekali pakai dengan benar agar mengurangi limbah yang semakin hari semakin menggunung," pungkasnya.

Lihat juga video 'Mengenal Masker Selang Prabowo yang Curi Perhatian':

[Gambas:Video 20detik]



(akd/ega)