Mahfud Minta Ditunjukkan Samsat yang Masih Pungli

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 14:53 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md
Menko Polhukam Mahfud Md (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Pegiat antikorupsi Emerson Yuntho menulis surat terbuka kepada Presiden Jokowi terkait praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat). Menko Polhukam Mahfud Md meminta Emerson menulis masalah tersebut secara konkret.

Hal itu disampaikan Mahfud melalui akun Twitter-nya, @mohmahfudmd. Mahfud menanggapi surat Emerson yang diunggah pada 14 September lalu.

"Mas Eson, yang konkret saja, Samsat mana, pelaku dan korbannya siapa. Kalau kebijakan kan sudah jelas, sudah ada aturan dan jejaring pengawas," kata Mahfud, Rabu (22/9/2021).

Dia meminta Emerson langsung menyebut kasusnya agar bisa ditindak langsung. Emerson dalam hal ini sudah dipanggil oleh Saber Pungli.

"Yang konkret saja kasusnya, biar bisa langsung ditindak. Anda kan sudah dipanggil ke Kantor Saberpungli. Ok, kita perbaiki, keperluan kita sekarang menindak," lanjutnya.

Emerson menanggapi jawaban Mahfud tersebut. Menurutnya, masalah ini tidaklah parsial hanya sebatas menindak.

"Pak @mohmahfudmd yang baik, konsen saya penyelesaiannya "masalah yang dianggap kecil" ini tidak parsial & semusim sebatas menindak 1, 2 orang pelaku. Korban belum tentu mau bersaksi atau lapor (takut/uang kecil). Tapi fakta ini sudah banyak diungkap di medsos masyarakat sebagai korban," ujar Emerson.

Lihat juga video 'Lurah di Ciledug Pungli Rp 250 Ribu saat Warga Minta Tanda Tangan':

[Gambas:Video 20detik]



Bagaimana isi surat terbuka Emerson? Silakan klik halaman selanjutnya.