Round-Up

Tentang Cegah Pungli Gegara Sentilan 'Rossi Tak Dapat SIM di RI'

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 23:02 WIB
Peserta mengikuti ujian teori Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM Daan Mogot, Jakarta, Selasa (12/5/2020). Kepala Seksi SIM Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Lalu Hedwin memperkirakan semasa pandemi COVID-19 aktivitas pembuatan SIM mengalami penurunan mencapai 75 persen dari hari biasa. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.
Ilustrasi ujian praktik SIM (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta -

Pegiat antikorupsi Emerson Yuntho menyentil masalah pelayanan dalam pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di kepolisian. Ujian teori dan praktik untuk mendapatkan SIM dinilai tidak masuk akal.

Emenrson Yuntho menilai ujian teori dan praktik dalam pembuatan SIM sangat sulit. Emerson bahkan menyebut pembalap sekelas Lewis Hamilton dan Valentino Rossi pun akan gagal jika harus uji SIM di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Emerson Yuntho dalam surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo. Dalam surat terbuka itu, Emerson meminta agar Samsat dan Satpas dibenahi.

"Dengan model ujian praktik seperti ini, publik percaya Lewis Hamilton akan gagal mendapatkan SIM A dan Valentino Rossi juga tidak mungkin memperoleh SIM C di Indonesia," ujar Emerson Yuntho dalam surat terbuka yang diunggah melalui akun Twitter-nya, @Emerson_Yuntho, seperti dilihat, Kamis (16/9/2021)

Emerson mengaku mendapat keluhan warga soal ujian dalam pembuatan SIM baru di Satpas SIM ini. Ujian teori dalam tes pembuatan SIM juga dinilai tidak masuk akal.

"Praktik pungli dan percaloan juga terjadi dalam urusan pembuatan dan perpanjangan SIM di Satpas. Warga juga mengeluhkan ujian teori yang tidak transparan dan ujian praktik perolehan SIM yang dinilai tidak masuk akal," terang Emerson.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya