Pemerintah Diminta Ambil Sikap soal AUKUS, Jangan Cuma Bilang Khawatir

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 14:46 WIB
Gedung DPR
Gedung DPR RI (Andhika Prasetia/detikcom)

Atas ketiga alasan itulah Rizki meminta pemerintah Indonesia mulai mempertimbangkan hard diplomacy.

"Ini isu klasik yang balik ke dunia dan ini terjadi di wilayah kita. Mungkin Bapak Presiden atau Ibu Menteri Keuangan belum punya pandangan yang berorientasi ke sana, tapi saya harapkan ada upaya diplomasi yang sudah bukan berlandaskan diplomasi kopi lagi, Pak, kita bisa memberikan soft touch, tapi ini waktunya untuk hard diplomacy menurut saya," tuturnya.

"Toh walaupun mereka mengatakan bahwa ini bukan nuclear weapon tapi ini adalah nuclear engine atau nuclear power submarine, ya itu tingkatannya pun itu sudah dipakai untuk kepentingan alutsista itu sudah menjadi concern sebenarnya dari dunia maupun negara-negara lain, termasuk yang saya yakini, harusnya mendapatkan kecaman yang tegas ataupun langkah yang tegas setidaknya dari upaya diplomasi dari negara kita," imbuhnya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR fraksi Golkar, Dave Laksono, memberikan pandangan yang serupa. Dave meminta pemerintah Indonesia mulai mengambil langkah diplomasi berkaitan dengan kerja sama AUKUS lantaran kehadirannya bisa mengacaukan perdagangan di wilayah ASEAN.

"Tentu Kita terus mendorong agar adanya diplomasi dan kita harus gunakan forum-forum yang ada seperti sekarang di UN, ibu Menlu bisa menyampaikan hal ini menegaskan sikap kita, karena beberapa kali seorang kepala negara gunakan forum di UN seperti PM Israel seringkali menyerang Iran, Indonesia pernah diserang, kita gunakan forum ini juga untuk melakukan pembelaan diri kita dan juga menegaskan terus mendorong perdamaian di wilayah kita," jelasnya.

Masih senada, anggota Komisi I lainnya, Christina Aryani, meminta pemerintah Indonesia menyikapi soal kerja sama AUKUS. Dia berpendapat kerja sama AUKUS telah melanggar kesepakatan di PBB terkait treaty non-proliferation nuclear weapon.

"Soal tadi teman-teman sudah angkat soal AUKUS ya, nah kita kana ada treaty non-proliferation nuclear weapon, memang ya lucu lah kalau dibilang ini bertenaga, bukan untuk senjata, pasti kan eksesnya juga ke mana-mana, saya ingin dengar pendapat Pak Wamen soal ini," tuturnya.

Simak respons Wamenlu di halaman selanjutnya.