Penahanan Ari Tahiru Ditangguhkan, Brigjen TNI Tumilaar Ikut Jemput

Jabbar Ramdhani, Trisno Mais - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 13:16 WIB
Ari Tahiru, tersangka kasus perusakan panel beton di Minahasa, Sulut, ditangguhkan penahanannya. Irdam Merdeka Brigjen TNI Junior Tumilaar ikut menjemput (Screenshot video viral)
Ari Tahiru, tersangka kasus perusakan panel beton di Minahasa, Sulut, mendapat penangguhan penahanan. Irdam Merdeka Brigjen TNI Junior Tumilaar ikut menjemput. (Screenshot video viral)
Jakarta -

Ari Tahiru (67), tersangka kasus perusakan panel beton di Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), mendapat penangguhan penahanan. Ari sebelumnya ditahan di Polresta Manado.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Jules Abraham Abast mengungkap penangguhan penahanan Ari dilakukan pada Selasa (21/9/2021) kemarin.

"Kemarin ditangguhkan oleh penyidik Polresta Manado dengan pertimbangan kemanusiaan karena usia lanjut," kata Kombes Jules saat dimintai konfirmasi, Rabu (22/9/2021).

Dia mengatakan proses hukum terus berlanjut. Penyidik akan memanggil Ari lagi jika ada keterangan yang diperlukan lagi.

"Untuk keterangan yang diperlukan dari tersangka saat ini telah mencukupi. Walaupun ditangguhkan penahanannya, namun proses penyidikan tetap berlanjut," kata dia.

Dalam video yang beredar, tampak Ari didampingi kuasa hukumnya saat keluar dari Polresta Manado. Selain itu, tampak Inspektur Kodam (Irdam) XIII/Merdeka Brigjen TNI Junior Tumilaar.

Brigjen Tumilaar adalah pihak yang menyoroti penahanan terhadap Ari. Dia juga yang menulis surat bertulis tangan yang ditujukan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dia meminta agar Bintara Pembina Desa (Babinsa) tidak dipanggil ke kantor polisi karena mendampingi warga yang tengah mempunyai masalah konflik lahan dengan perusahaan PT Ciputra Internasional (Citra Land Manado).

Penjelasan Pengacara

Sementara itu, pengacara Ari Tahiru, James Tuwo, mengatakan dasar penangguhan kliennya karena faktor usia. Menurutnya, kliennya dijamin patuhi hukum dan tidak akan melarikan diri.

"Mengingat bahwa klien saya sudah lanjut usia (lansia), sudah 68 tahun. Tidak mungkin untuk melarikan diri. Dijamin tak melarikan diri. Karena dia juga mempertahankan hak dia. Karena akta jual beli dia (klien) tidak pernah menandatangani," kata James.

Dia menyarankan kalau masalah ini dibawa ke ranah perdata. Sebab menurutnya, kliennya memiliki bukti sertifikat kepemilikan lahan yang dipermasalahkan pihak Citraland Manado.

"Kalau cukup bukti silakan jalan. Kalau masih sama-sama punya hak milik, ranah perdata masuk ke pengadilan. Bukan pidana. Kalau sama-sama memiliki hak," jelasnya.

Tak hanya itu, dia begitu yakin bahwa kliennya merupakan korban dari penyerobotan lahan oleh pihak Citraland.

"Tidak mungkin saya melihat klien punya hak lantas tidak dibela. Dia punya surat dan dia berkebun di situ. Kecuali dia tidak berkebun di situ, dan tidak punya sertifikat," katanya.

Terkait surat tersebut, Polda Sulut dan Kodam XIII/Merdeka telah memberi penjelasan lengkap. Mereka menerangkan soal masalah yang dihadapi Ari Tahiru hingga menjelaskan pemanggilan Babinsa sudah dibatalkan.

Ari Tahiru ditetapkan sebagai tersangka terkait perkara pidana perusakan panel beton milik PT Ciputra Internasional di Winangun Atas, Pineleng, Minahasa.

"Dari Hasil koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut berkas perkara penyidikan kasus perusakan panel beton milik PT Ciputra Internasional yang berlokasi di Winangun Atas, Pineleng, Minahasa, berdasarkan petunjuk JPU Kejati Sulut (P19) bahwa Penyidik harus melengkapi dengan mengambil keterangan pihak yang menyuruh tersangka Ari Tahiru melakukan perusakan panel beton tersebut," ujar Kombes Jules dalam keterangannya, Selasa (21/9).

Penanganan kasus ini didasarkan laporan polisi tanggal 18 Februari 2021.

Pada 18 Agustus 2021, berdasarkan Surat Perintah Membawa Tersangka Ari Tahiru, Tim Opsnal Satreskrim Polresta Manado berjumlah 4 personel telah membawa tersangka dengan cara yang humanis.

"Dan terlebih dahulu diperlihatkan Surat Perintah Membawa Tersangka serta disaksikan oleh dua anggota keluarganya," jelas Kombes Jules.

Dia meluruskan pemberitaan yang menyebutkan bahwa Ari Tahiru buta huruf. "Bahwa yang bersangkutan itu tidak buta huruf," katanya.

Lihat juga video 'Prajuritnya Tewas oleh KKB, TNI Diminta NasDem Tetap Bersikap Terukur':

[Gambas:Video 20detik]

(jbr/idh)