Sodomi 11 Santri, Pengasuh Ponpes di Sumsel Ngaku Pernah Jadi Korban Serupa

Prima Syahbana - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 20:06 WIB
Tersangka pencabulan santri di Sumsel (M Syahbana-detikcom)
Tersangka pencabulan santri di Sumsel (M Syahbana/detikcom)
Palembang -

Pengasuh ponpes di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, berinisial J (22) ditangkap polisi atas kasus sodomi 11 santri. Polisi mengungkap pelaku mengaku pernah menjadi korban serupa.

"Dari pengakuan tersangka memang dia pernah jadi korban dari tindakan seperti ini (asusila)," kata Direktur Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Hisar Siallagan melalui Kasubdit PPA, Kompol Masnoni, di Palembang, Selasa (21/9/2021).

Selain menyodomi 11 santri, J diduga melakukan aksi cabul terhadap 15 santri lainnya. Total korban hingga saat ini ada 26 santri, semuanya anak laki-laki.

Masnoni mengatakan peristiwa yang menimpa pelaku dialami puluhan tahun silam. Pengakuan pelaku, dia dilecehkan saat duduk di bangku sekolah dasar.

"Pengakuannya, itu dilakukan oleh tetangga dia. Kalau tidak salah waktu dia umuran sekitar kelas 3 SD (sekolah dasar)," ungkapnya.

Sebelumnya, pengasuh salah satu pondok pesantren di Sumatera Selatan (Sumsel), J, ditangkap usai diduga menyodomi enam santri. Setelah pemeriksaan dilakukan, polisi menyatakan ada 11 santri yang diduga disodomi J.

"Setelah dilakukan penyelidikan, saat ini ada 11 anak yang disodomi tersangka," ucap Dirreskrimum Polda Sumsel, Kombes Hisar Siallagan, di Mapolda Sumsel, Palembang, Kamis (16/9/2021).

Hisar menyebut korban pencabulan oleh J yang awalnya enam kini bertambah menjadi 15 orang. Total seluruh korban berjumlah 26 santri.

"Hingga kini, kita totalkan ada 26 anak yang menjadi korban. Dan kemungkinan masih bisa bertambah," ujarnya.

(idn/idn)