Playboy Masuk Ambon, Harga Dua Kali Lipat
Senin, 10 Apr 2006 19:21 WIB
Ambon - Aksi protes terbitnya majalah Playboy tidak membuat keder bagian ditribusinya. Buktinya, majalah kontrovesi ini akhirnya juga masuk Ambon. Pantauan detikcom Senin (10/4/2006), pada beberapa pengecer dan agen koran atau majalah di sudut-sudut kota bertajuk manise ini, Playboy dijual bebas. Bahkan tidak sembunyi-sembunyi. Majalah bercover merah dan bergambar Andhara Early ini dijual di Ambon dengan harga bervariasi. Bahkan mencapai dua kali lipat dibanding harga bandrolnya."Kalau saya jualnya Rp 60 ribu," ujar salah satu pengecer koran, Sitti, Jl AY Patty Ambon. Menurut Sitti, majalah ini didistribusi langsung dari Jakarta. Tidak melewati agen. "Saya tidak menggunakan agen. Langsung dikirim dari Jakarta sebanyak 40 buah," ungkapnya.Kendati demikian, lanjut Sitti, ada beberapa pengecer yang ambil darinya. "Ada teman semalam ambil dua. Dan itu pun sudah laku terjual," kata dia.Proses pengiriman majalah ini, kata Sitti, lewat perusahaan titipan kilat, Thomas Ekspres yang beralamat di Jl Pattimura Ambon. "Dari Jakarta dikirim lewat Thomas Ekspres dan kemudian diantar ke kami," tutur dia.Atas isi majalah ini, penilaian Sitti, tidak ditemukan pose seronok. Bahkan bagi dia, majalah populer posenya lebih vulgar. "Saya sudah lihat isinya. Tak ada yang vulgar jika dibandingkan dengan majalah populer dan beberapa majalah lainnya yang kami jual," katanya.Playboy juga ditemukan di pengecer Devi di Jl Ponegoro. Harga jualnya lebih mahal lagi. Menurut sang pengecer yang enggan menyebut namanya, dia menjual dengan harga Rp 75 ribu. "Lihat saja bang, majalah sudah habis terjual semalam," kata dia.Baik Sitti maupun pengecer Devi, mengaku saat dipajang, langsung diserbu pembeli. "Sekarang lihat, di saya tinggal satu buah saja. Kalau saya habis. Saya ambil 10 buah semalam. Dan langsung ludes," kata pengecer Devi.Sekedar diketahui, seluruh pimpinan umat beragama dan organisasi kemasyarakatan maupun kepemudaan di Ambon menolak keras hadirnya Playboy. Bahkan aksi demonstrasi sempat digelar Maret 2006 kemarin.
(ary/)











































