Pemuda Muhammadiyah: Tindakan Napoleon Tak Dibenarkan dengan Alasan Apa Pun

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 17:25 WIB
Sunanto terpilih ketua umum Pemuda Muhammadiyah 2018-2022 di muktamar XVII di UMY, (29/11/2018)
Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sunanto (Usman Hadi/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sunanto menilai perbuatan Irjen Napoleon Bonaparte menganiaya Muhammad Kace di dalam Rutan Bareskrim Polri adalah tindakan main hakim sendiri. Tindakan tersebut tak dibenarkan dengan alasan apa pun.

"Main hakim sendiri itu tidak dibenarkan dengan alasan apa pun, karena kita hidup dalam negara hukum, ada aturan main yang mengatur kita sebagai warga negara. Apabila terdapat seorang warga negara yang diduga melakukan pelanggaran terhadap hukum, maka negara mempunyai mekanisme untuk memberikan sanksi atau hukuman atas pelanggarannya tersebut dengan tetap menghormati adanya prinsip perlindungan terhadap hak asasi manusia," kata Cak Nanto, sapaan akrab Sunanto, kepada wartawan, Selasa (21/9/2021).

Oleh sebab itu, dia mendukung Polri agar memproses hukum Irjen Napoleon atas tindakan kekerasannya ke M Kace. Cak Nanto meminta masyarakat menahan diri dan tak mudah terprovokasi.

"Pemuda Muhammadiyah mendukung penegakan hukum terhadap dugaan aksi kekerasan yang dilakukan Irjen Napoleon juga meminta masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi dan main hakim sendiri terhadap potensi isu-isu yang berkaitan dengan agama, kita percayakan kepada pihak Kepolisian dan aparat penegak hukum lain untuk menangani berbagai potensi permasalahan tersebut dan memprosesnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ucapnya.

Sebelumnya, Irjen Napoleon Bonaparte diduga memukul dan melumuri Kace dengan kotoran manusia. Kotoran itu diduga disiapkan sendiri oleh Napoleon.

"Kotoran manusia disiapkan sendiri oleh NB," ujar Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi saat dimintai konfirmasi, Senin (20/9).

Kace diduga dipukul dan dilumuri kotoran dalam waktu bersamaan. Akibat peristiwa itu, Kace mengalami lebam pada bagian wajah.

Napoleon Buka Suara

Napoleon buka suara soal kasus ini lewat surat yang disampaikan oleh kuasa hukumnya, Haposan Batubara. Dia mengawali penjelasan soal dirinya yang terlahir dan dibesarkan sebagai seorang muslim.

Dia menyatakan siapa pun bisa menghina dirinya, tapi tidak dengan Allah, Rasulullah, dan Al-Qur'an. Dia bersumpah akan melakukan tindakan terukur terhadap orang yang menghina Allah, Rasulullah, dan Al-Qur'an.

"Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allahku, Al-Qur'an, Rasulullah SAW dan akidah Islamku. Karenanya, saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apa pun kepada siapa saja yang berani melakukannya," ujarnya.

Dia menyayangkan perbuatan Kace yang dianggapnya bisa merusak kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Irjen Napoleon Bonaparte mengaku akan bertanggung jawab atas perbuatannya terhadap Kace.

Lihat video 'Ulah Irjen Napoleon ke M Kace: Aniaya Hingga Buat Surat Terbuka':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/fjp)