Pengacara: Irjen Napoleon 'Bapak' di Rutan, Ada Testimoni Syahganda-Gus Nur

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 16:19 WIB
Ketua majelis hakim, M Damis memimpin sidang lanjutan perkara korupsi penghapusan red notice Interpol dengan terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte di Pengadilan Tipikor pada  PN Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (18/1/2020).
Irjen Napoleon Bonaparte (Ari Saputra/detik)
Jakarta -

Pengacara Irjen Napoleon Bonaparte, yang juga Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani, menyebut kliennya itu tidak melakukan penganiayaan ke Muhammad Kece alias Kace. Yani menyebut Irjen Napoleon itu seperti sosok 'bapak' di rutan.

"Napoleon Bonaparte ini kan dianggap 'bapak', melindungi, mengayomi, bahkan mencegah kalau ada orang yang ingin melakukan kekerasan seperti itu," ujar Ahmad Yani saat dihubungi, Selasa (21/9/2021).

Hal itu, kata Yani, dibuktikan dengan ada testimoni dari Gus Nur dan pentolan KAMI Syahganda Nainggolan serta Anton Permana. Sebagai informasi, Syahganda dan Anton juga merupakan pentolan KAMI, keduanya sama-sama pernah ditangkap dan ditahan di Rutan Bareskrim.

"Itu bisa ditanyakan. Kan sudah ada testimoni namanya Gus Nur, ada testimoni Syahganda Nainggolan, ada testimoni Anton Permana, yang mereka-mereka sama-sama di sana (rutan)," ujar Ahmad Yani.

Selain itu, Ahmad Yani membantah kabar Napoleon memanfaatkan statusnya sebagai jenderal bintang 2 atau irjen di dalam rutan. Dia menyebut justru Irjen Napoleon adalah sosok jenderal yang humanis.

"Tanya saja kepada penjaga rutan, orang-orang yang ada di blok, apa betul dia memanfaatkan bahwa dia pangkatnya jenderal dan sebagainya seperti itu. Apakah tidak menghargai, menghormati, seperti itu. Napoleon Bonaparte ini adalah jenderal yang humanis. Itu bukan saya yang menyatakan. Itu Syahganda Nainggolan, Pak Gus Nur, yang pernah bersama-sama mereka di sana," jelasnya.

Menurut informasi yang didapat Ahmad Yani dari Gus Nur, Syahganda Nainggolan, dan Anton Permana, Irjen Napoleon sering mengingatkan kepada sesama tahanan agar tidak melakukan kekerasan di rutan. Napoleon juga disebut tidak pernah keluar kamar sel dan lebih banyak menghabiskan waktu di sel dengan membaca.

"Justru selama ini hampir 10 bulan lebih itu Pak Napoleon itu betul-betul mengingatkan sesama, jangan ada pemukulan, tindakan kekerasan, dan sebagainya. Makanya dia dianggap dibapakkan betul. Pak Napoleon itu jarang keluar dari kamar. Dia lebih banyak di dalam kamar, lebih banyak membaca. Kecuali diundang memberi sambutan, ceramah, memimpin upacara," pungkasnya.

Lihat Video: Ulah Irjen Napoleon ke M Kace: Aniaya Hingga Buat Surat Terbuka

[Gambas:Video 20detik]




(zap/tor)